Obligasi Ritel ORI018 Bisa Dibeli Online, Begini Caranya

    Eko Nordiansyah - 01 Oktober 2020 11:59 WIB
    Obligasi Ritel ORI018 Bisa Dibeli <i>Online</i>, Begini Caranya
    Investasi. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 secara online (e-SBN). Masa penawaran dilakukan pada 1 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB sampai dengan 21 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB.

    Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan masyarakat bisa dengan mudah membeli ORI018 karena dilakukan secara online. Terdapat 26 Mitra Distribusi yang terdiri dari bank, perusahaan efek, perusahaan efek khusus, hingga perusahaan fintech peer to peer lending.

    "ORI018 ini sudah bisa dibeli online, e-SBN, anytime, anywhere. Tentu dalam masa penawaran,"  kata dia dalam launching virtual di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Proses pemesanan pembelian ORI018 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen/konfirmasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

    Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami Memorandum Informasi ORI018 yang dirilis pada 1 Oktober 2020 dan dapat diakses di landing page pada tautan www.kemenkeu.go.id/ori.

    Adapun minimum pemesanan mulai dari Rp1 juta sampai dengan maksimal Rp3 miliar. Obligasi negara ini tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder hanya antar investor domestik/lokal ini memiliki tingkat kupon tetap sebesar 5,7 persen per tahun.

    Mitra distribusi terdiri dari bank umum PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Maybank Indonesia (Tbk), PT Bank CIMB Niaga (Tbk), PT Bank OCBC NISP (Tbk), PT Bank Panin Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank Victoria International Tbk.

    Kemudian ada perusahaan efek PT Trimegah Sekuritas Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Perusahaan efek khusus PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Perusahaan fintech peer to peer lending PT Investree Radhika Jaya (Investree), PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id