2020, Laba Bersih Adira Finance Anjlok 51,4% Jadi Rp1,02 Triliun

    Angga Bratadharma - 22 Februari 2021 15:14 WIB
    2020, Laba Bersih Adira Finance Anjlok 51,4% Jadi Rp1,02 Triliun
    Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,026 triliun di sepanjang 2020 atau di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19. Pencapaian itu turun sebanyak 51,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

    Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Adira Finance masing-masing tercatat menjadi sebesar 3,1 persen dan 13,3 persen di 2020. Sedangkan pembiayaan baru di 2020 tercatat sebesar Ro18,6 triliun atau turun 51 persen secara tahun ke tahun (yoy) ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya.






    Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing turun sebanyak 46 persen yoy dan 52 persen yoy. Hal itu membuat pangsa pasar Adira Finance pada segmen mobil dan sepeda motor juga ikut turun masing-masing menjadi 4,1 persen dan 9,5 persen di 2020.

    "Kami juga lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi pembiayaan baru pada tahun lalu untuk menghadapi peningkatan risiko kredit. Dengan demikian total piutang yang dikelola perusahaan sebesar Rp44,0 triliun atau turun 20 persen yoy di 2020," kata Presiden Direktur Hafid Hadeli, dalam konferensi pers virtual, Senin, 22 Februari 2021.

    Dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan pendapatan bunga sebesar Rp10,3 triliun atau turun 14,0 persen di 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terutama dikarenakan penurunan piutang pembiayaan yang didorong oleh penurunan pembiayaan baru yang sejalan dengan penurunan signifikan pada pasar penjualan otomotif.

    "Serta adanya restrukturisasi pinjaman kepada konsumen di sepanjang 2020," ujarnya.

    Sementara itu, beban bunga tercatat sebesar Rp4,3 triliun atau turun sebesar 9,2 persen. Sedangkan pendapatan bunga bersih Adira Finance tercatat sebesar Rp6,0 triliun turun 17,1 persen yoy yang mengakibatkan margin bunga bersih Adira Finance turun menjadi sebesar 12,0 persen di 2020. Kemudian beban operasional turun sebesar 4,7 persen menjadi Rp 3,5 triliun.

    Hafid mengaku Adira Finance telah melakukan langkah-langkah secara efektif untuk mengelola biaya operasional selama pandemi. "Cost of credit Adira Finance meningkat sebesar 13,4 persen menjadi Rp2,0 triliun. Laba bersih setelah pajak dibukukan sebesar Rp1,026 triliun atau turun 51,4 persen," tuturnya.

    Sedangkan biaya kredit termasuk piutang pembiayaan bersama naik menjadi 6,4 persen atas total piutang yang dikelola pada 2020 seiring kondisi lingkungan bisnis yang terus memburuk di sepanjang 2020. Sementara itu, NPL tercatat 1,9 persen dari piutang yang dikelola atau lebih rendah dibandingkan dengan industri pembiayaan sekitar 4,0 persen.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id