Neraca Dagang Surplus, Rupiah Malah Tersungkur

    Husen Miftahudin - 15 April 2021 16:01 WIB
    Neraca Dagang Surplus, Rupiah Malah Tersungkur
    Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - - Foto: dok Antara



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini melempem meski ada sentimen positif dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan RI periode Maret 2021. Rupiah takluk di tengah percepatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) dari dampak pandemi covid-19.

    "BPS mengumumkan neraca dagang dalam negeri surplus sebesar USD1,57 miliar secara bulanan (mtm) pada Maret 2021. Namun realisasi itu lebih rendah dari surplus USD2 miliar pada Februari 2021, meskipun masih lebih tinggi dari surplus USD743 juta pada Maret 2020," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 15 April 2021.






    Adapun ekspor Januari-Maret 2021 mencapai USD48,90 miliar atau naik 17,11 persen dari USD41,76 miliar pada Januari-Maret 2020. Sedangkan impor Januari-Maret 2021 mencapai USD43,38 miliar atau naik 10,76 persen dari USD39,17 miliar pada Januari-Maret 2020.

    Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai USD5,52 miliar pada Januari-Maret 2021. Nilainya lebih tinggi dari surplus USD2,62 miliar pada Januari-Maret 2020.

    Dari faktor eksternal, Ibrahim menilai bahwa dolar AS mempertahankan kerugian, bertahan di dekat level terendah tiga pekan karena imbal hasil obligasi AS mundur dari lonjakan bulan lalu dengan investor membeli argumen Federal Reserve bahwa suku bunga dapat tetap rendah.

    "Pemulihan ekonomi AS dari covid-19 dipercepat hingga musim semi berkat meningkatnya sentimen konsumen. Ketua Fed Jerome Powell menambahkan bahwa negara itu berada di jalur untuk pertumbuhan dan perekrutan yang lebih cepat dalam beberapa bulan mendatang," paparnya.

    Selain itu, bank sentral AS akan mengurangi pembelian obligasi bulanannya sebelum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga. Powell juga menegaskan kembali dukungan berkelanjutan bank sentral untuk pemulihan ekonomi.

    Sementara di seberang Atlantik, ekonomi zona euro sekarang mengandalkan 'dua kruk' stimulus moneter dan fiskal, yang tidak dapat dihilangkan sampai ekonomi pulih sepenuhnya. "Mengenai vaksin covid-19, panel imunisasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS meminta lebih banyak data sebelum menentukan apakah akan melanjutkan penggunaan vaksin Johnson & Johnson," beber Ibrahim.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tipis 12 poin atau setara 0,09 persen ke posisi Rp14.615 per USD dari Rp14.603 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di zona hijau pada posisi Rp14.610 per USD. Rupiah menguat sebanyak 20 poin atau setara 0,14 persen dari Rp14.630 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.633 per USD atau menguat 15 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.648 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.600 per USD sampai Rp14.635," pungkas Ibrahim.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id