Penurunan Kinerja Otomotif hingga Jasa Keuangan Gerus Laba Astra 12%

    Annisa ayu artanti - 26 Oktober 2020 19:19 WIB
    Penurunan Kinerja Otomotif hingga Jasa Keuangan Gerus Laba Astra 12%
    Gedung Astra. Foto: Dok. Astra
    Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih pada sembilan bulan pertama, pada 30 September 2020 sebesar Rp14,04 triliun. Angka tersebut merosot 12 persen bila dibandingkan dengan periode 2019 yang mencapai Rp15,86 triliun.

    Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan kinerja yang menurun ini tak terlepas dari pandemi covid-19 yang melanda negeri.

    "Keseluruhan kinerja Grup Astra (Grup) selama sembilan bulan pertama 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dari pandemi covid-19," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.  

    Selama sembilan bulan pertama 2020, pendapatan bersih konsolidasian turun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp130,3 triliun.

    Adapun penurun kinerja Astra hingga akhir kuartal III-2020 dipicu oleh penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan. Sektor-sektor tersebut terkena dampak covid-19 cukup signifikan.

    Untuk divisi otomotif, mencatat laba bersih sebesar Rp1,79 trilliun atau merosot 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp6,06 triliun. Kemudian divisi keuangan juga mencatatkan penurunan sebesar 36 persen dari Rp4,3 triliun menjadi Rp2,76 triliun.

    Lalu untuk divisi alat berat, pertambangan konstruksi, dan energi merosot 40 persen menjadi Rp3,08 triliun, dari sebelumnya Rp5,14 triliun. Penurunan harga batubara memengaruhi penjualan alat berat dan volume kontraktor penambangan.

    Lalu untuk divisi agribisnis tumbuh 421 persen dari Rp89 miliar menjadi Rp464 miliar. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan harga minyak kelapa sawit.

    Sementara laba bersih divisi properti juga tumbuh 110 persen dari Rp41 miliar pada periode tahun lalu menjadi Rp86 miliar. Peningkatan tersebut terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi di Menara Astra dan pengakuan laba dari proyek pengembangan Asya Residences.

    Adapun untuk nilai aset bersih per saham pada 30 September 2020 sebesar Rp3.822, meningkat 5 persen dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019.

    Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp4,4 triliun pada 30 September 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir 2019, setelah diterimanya hasil penjualan saham Bank Permata pada Mei 2020.

    Sedangkan utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup menurun dari Rp45,8 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp43 triliun pada 30 September 2020.

    "Pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang dan masih akan memengaruhi kinerja Grup hingga akhir tahun ini," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id