Pentingnya Merencanakan Keuangan untuk Mempersiapkan Masa Pensiun

    Angga Bratadharma - 03 Februari 2021 17:43 WIB
    Pentingnya Merencanakan Keuangan untuk Mempersiapkan Masa Pensiun
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) dan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan perencanaan keuangan terutama mempersiapkan masa pensiun. Sebisa mungkin masyarakat mempersiapkan masa pensiun sedini mungkin.

    Pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya memiliki jaminan untuk masa setelah pensiun tergolong masih sangat rendah. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah peserta dua program dana pensiun di Indonesia, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DLPK) dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), hanya 4,63 juta orang hingga akhir 2018.

     



    Jika dibandingkan dengan total jumlah tenaga kerja, baik di sektor formal maupun informal, yang mencapai 129,36 juta orang per Februari 2019 menurut Badan Pusat Statistik (BPS), berarti hanya 3,6 persen masyarakat Indonesia yang telah mulai mempersiapkan masa pensiun mereka.

    Namun demikian, pandemi covid-19 mulai mengubah cara pandang orang Indonesia terhadap persiapan dana pensiun dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya melakukan persiapan untuk hal tersebut sedini mungkin.

    Berdasarkan survei global yang dilakukan Standard Chartered ke-12 ribu responden di 12 negara di dunia, termasuk ke 1.000 orang Indonesia, 34 persen orang Indonesia menyebut persiapan tabungan pensiun sebagai tujuan finansial yang aktif mereka fokuskan saat ini.

    Ketika ditanya apa yang akan para responden lakukan saat ini jika diberikan uang senilai sekitar Rp19,2 juta (atau setara dengan 1.000 poundsterling), 49 persen dari mereka menjawab bahwa uang tersebut akan digunakan untuk tabungan jangka panjang, dengan 27 persen dari tabungan jangka panjang tersebut adalah untuk dana pensiun dan investasi jangka panjang.

    President Director of Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan pandemi covid-19 semakin membuktikan seseorang tidak bisa mengandalkan tabungan semata sebagai jaminan finansial di masa setelah pensiun. Sangat penting untuk mulai mempertimbangkan investasi sedini mungkin guna memastikan kesejahteraan diri.

    "Serta menikmati hidup nyaman yang layak kita dapatkan di usia tua nanti," kata Reisch, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 3 Februari 2021.

    Ia menambahkan pandemi covid-19 juga menjadi katalisator bagi Prudential Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam melakukan beragam inovasi produk dan layanan guna memberikan perlindungan menyeluruh kepada nasabah.

    "Bersama dengan mitra bancassurance jangka panjang kami, Standard Chartered Bank, kami senang dapat menghadirkan inovasi terbaru, PRULife Harvest Plan, untuk melindungi para nasabah Standard Chartered Bank, serta membantu mereka menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga mereka," tuturnya.

    Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets (Australia, Brunei & the Philippines), Standard Chartered Andrew Chia menambahkan pihaknya mengapresiasi dapat bermitra dengan Prudential untuk menghadirkan pilihan produk asuransi yang didukung oleh layanan prima kepada para nasabah.

    "Melalui kolaborasi ini, kami ingin kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya perencanaan masa pensiun untuk menikmati kenyamanan baik selama masa produktif maupun setelahnya. PRULife Harvest Plan tentunya menambah jajaran lini produk bancassurance kami untuk dinamika kebutuhan gaya hidup nasabah," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id