Disuntik Investor Abu Dhabi, Valuasi GoTo Sentuh USD30 Miliar

    Husen Miftahudin - 25 Oktober 2021 10:40 WIB
    Disuntik Investor Abu Dhabi, Valuasi GoTo Sentuh USD30 Miliar
    Ilustrasi merger Gojek dan Tokopedia - - Foto: dok Tokopedia



    Jakarta: Keputusan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dalam penggalangan dana sebelum proses Initial Public Offering (IPO) GoTo memberikan keuntungan besar bagi ekosistem digital terbesar di Indonesia itu. Dengan investasi senilai USD400 juta oleh ADIA, valuasi bisnis GoTo mencapai USD30 miliar.

    Ekonom dan Ahli Keuangan Universitas Prasetiya Mulya Agus Salim mengatakan suntikan investasi ADIA melalui pra-IPO GoTo menjadi salah satu tolok ukur keyakinan investor terhadap rencana IPO GoTo.

     



    "Ini menunjukkan adanya confidence investor atas valuasi dan rencana IPO GoTo, sehingga mereka berani untuk menyuntikan investasinya. Yang kedua, keyakinan bahwa IPO itu akan sukses," ucap Agus dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 25 Oktober 2021.

    Melalui penggalangan dana pra-IPO, GoTo dikabarkan membidik jumlah investasi sekitar USD1,5 miliar sampai USD2 miliar. Dengan dana sebesar itu, GoTo bakal memiliki likuiditas jumbo pasca-IPO yang rencananya dilakukan pada awal tahun depan.

    Menurut Agus, keberhasilan pra-IPO GoTo akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan teknologi tersebut di pasar modal. Pasalnya, GoTo merupakan ekosistem digital yang memiliki model bisnis berbeda dibandingkan emiten yang sudah ada. Terlebih, GoTo didukung jutaan pelaku usaha yang menciptakan transaksi ekonomi ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

    "Secara umum kalau dilihat dari sisi ekonomi, IPO GoTo akan menguntungkan. Akan banyak investor yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dengan model bisnis yang kuat seperti GoTo. Yang terpenting, dengan GoTo menjadi perusahaan publik hal itu akan menjadikan perusahaan lebih transparan dan proses bisnisnya semakin baik," tuturnya.

    Sementara itu, Reuters memperkirakan valuasi GoTo sudah mencapai USD32 miliar. Valuasi tersebut merupakan lompatan besar mengingat saat melakukan kolaborasi bisnis Mei lalu, valuasi Gojek dan Tokopedia baru sekitar USD18 miliar. Masuknya sovereign wealth fund sekelas ADIA menjadi hal yang strategis bagi IPO GoTo.

    Keberhasilan GoTo menarik investasi ADIA terjadi ketika kompetitornya seperti Grab, perusahaan asal Malaysia, masih kesulitan melakukan IPO. Sementara itu kinerja saham Bukalapak juga terus mengalami koreksi dan sudah berada di bawah harga IPO.

    Sebelumnya GoTo Group telah menandatangani perjanjian dengan anak usaha ADIA, yang menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar USD400 juta. Transaksi tersebut menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.

    "Kami bangga menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO kami, selagi kami menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial untuk tahun-tahun mendatang. Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan keyakinan kami bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya untuk investasi teknologi," kata CEO GoTo Group Andre Soelistyo.

    Andre menambahkan, perseroan selalu meyakini bahwa kesuksesan datang selama tetap berkomitmen dalam menjalankan misi memberdayakan kemajuan, dengan fokus meningkatkan taraf hidup dan membantu untuk membangun mata pencaharian di negara-negara tempat beroperasi.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id