Jelang Diterapkan PPKM Darurat, Rupiah Melemah

    Annisa ayu artanti - 30 Juni 2021 16:12 WIB
    Jelang Diterapkan PPKM Darurat, Rupiah Melemah
    Rupiah. Foto : MI/Usman Iskandar.



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini melemah akibat rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat mulai 2 Juli 2021.

    Pelaku pasar sedang menunggu kejelasan pengetatan pembatasan sosial tersebut guna meredam penyebaran penyakit covid-19.

     



    "Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis 15 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp14.500 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.485 per USD," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 30 Juni 2021.

    Ia menjelaskan dalam kebijakan PPKM Mikro Darurat menyebutkan restoran dan warung makan hanya boleh menyediakan dine in dengan kapasitas 25 persen dan buka hingga pukul 17.00.

    Kemudian mal hanya beroperasi sampai pukul 17.00 WIB dan kapasitas dibatasi hingga 25 persen. Sementara kegiatan perkantoran wajib work from home (WFH) 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen.

    "Kebijakan ini (jika berlaku) bertujuan mulia yaitu menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia. Satu nyawa tidak ada nilainya, sangat berharga untuk diselamatkan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa harga yang akan dibayar bakal sangat mahal. Ekonomi akan mati suri," jelasnya.

    Selain itu, kebijakan PPKM Darurat akan semakin membuat dunia usaha menjerit dan mengeluh karena biaya operasional tidak akan tertutup oleh pendapatan kalau hanya boleh beroperasi hingga pukul 17.00.

    Efisiensi besar-besaran harus dilakukan dunia usaha agar bisa bertahan hidup. Salah satunya adalah dengan merumahkan, memangkas upah, atau bahkan menjatuhkan vonis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan.

    Namun, jika terjadi pengurangan gaji atau PHK, maka daya beli dari seperempat pekerja di Indonesia akan terpukul.

    "Dengan diberlakukannya PPKM Darurat maka konsumsi masyarakat dan investasi akan kembali stagnan dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga yang kemungkinan terjadi kontraksi lebih dalam lagi dari kuartal ketiga tahun sebelumnya (YoY)," pungkasnya.

    Adapun untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang Rp14.490-Rp14.550 per USD.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id