comscore

Transaksi Berjalan Surplus 0,1% PDB di Kuartal I

Eko Nordiansyah - 20 Mei 2022 14:14 WIB
Transaksi Berjalan Surplus 0,1% PDB di Kuartal I
Bank Indonesia. Foto : MI.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2022 tetap baik, sehingga menopang ketahanan eksternal. Pada kuartal I-2022, surplus transaksi berjalan masih berlanjut di tengah defisit transaksi modal dan finansial sehingga NPI mengalami defisit USD1,8 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar USD139,1 miliar atau setara dengan pembiayaan tujuh bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.
"Surplus transaksi berjalan berlanjut pada kuartal I-2022 terutama ditopang oleh surplus neraca barang yang tetap tinggi. Pada kuartal I-2022, transaksi berjalan melanjutkan surplus sebesar USD0,2 miliar atau 0,1 persen dari PDB, meskipun lebih rendah dari capaian surplus pada kuartal sebelumnya sebesar USD1,5 miliar atau 0,5 persen dari PDB," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Mei 2022.

Ia menyebut, kinerja positif tersebut ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap kuat seiring dengan harga ekspor komoditas global yang masih tinggi, seperti batu bara dan CPO, di tengah peningkatan defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia.

"Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat sejalan dengan perbaikan aktivitas ekonomi yang terus berlanjut dan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan nasional ke luar negeri pasca pelonggaran kebijakan pembatasan perjalanan antarnegara dan penyelenggaraan ibadah umrah yang kembali dibuka. Di sisi lain, defisit neraca pendapatan primer membaik sehingga menopang berlanjutnya surplus transaksi berjalan," ungkapnya.

Kinerja transaksi modal dan finansial pada kuartal I-2022 tetap terjaga ditopang oleh peningkatan surplus investasi langsung, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Transaksi modal dan finansial pada kuartal I-2022 mencatat defisit sebesar USD1,7 miliar atau 0,5 persen dari PDB, membaik dibandingkan dengan defisit USD2,2 miliar atau 0,7 persen dari PDB pada kuartal IV-2021.

"Optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik dan iklim investasi yang terjaga mendorong peningkatan aliran masuk neto investasi langsung pada kuartal I-2022 menjadi sebesar USD4,5 miliar, lebih besar dibandingkan dengan capaian pada kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar USD3,8 miliar," ujar dia.

Sementara itu, Erwin menambahkan, ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju menyebabkan aliran keluar investasi portofolio, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan kuartal IV-2021.

Selain itu, transaksi investasi lainnya mencatat defisit yang lebih besar dari kuartal sebelumnya antara lain disebabkan oleh peningkatan piutang dagang dan penempatan ke aset valas sejalan dengan masih tingginya aktivitas ekspor.

"Ke depan, BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal," pungkasnya.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id