comscore

Risma Sebut Rp2,7 Triliun Anggaran Bansos Tertahan di Himbara, Begini Kata BRI

Antara - 21 Januari 2022 14:27 WIB
Risma Sebut Rp2,7 Triliun Anggaran Bansos Tertahan di Himbara, Begini Kata BRI
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merespons pernyataan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang menyebutkan terdapat anggaran bantuan sosial (bansos) senilai Rp2,7 triliun yang masih tertahan di bank Himpunan Milik Negara (Himbara).

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, BRI beserta bank Himbara lain telah melaksanakan tugas dalam penyaluran bansos sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43 Tahun 2020, dan Pedoman Umum atau petunjuk teknis penyaluran bansos.

 



"Dalam implementasi penyaluran bansos, BRI dan bank Himbara lainnya melakukan penyaluran dengan kepatuhan dan governance yang tinggi terhadap peraturan dan ketentuan-ketentuan yang mengaturnya,” kata Supari, dilansir Antara, Jumat, 21 Januari 2022.

Terkait pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Supari menjelaskan, BRI dan Himbara berperan menyalurkan dana kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM) melalui koordinasi dengan Tim Koordinasi Daerah di Tingkat I dan II yang anggotanya terdiri dari sekretaris daerah, dinas sosial, dan pendamping Kemensos di daerah.

Tim Koordinasi Daerah Tingkat I dan II bertugas menentukan jadwal dan lokasi untuk mendatangkan KPM guna menerima KKS dan buku tabungan.

Dengan instruksi Kemensos, pendistribusian KKS dan buku tabungan pun dilakukan lebih awal untuk mempercepat pendistribusian, meskipun surat perintah pencairan dana (SP2D) belum tersedia dan atau KPM belum memiliki data bayar dari Kemensos.

Supari mengatakan kasus kartu saldo nol yang terjadi di beberapa daerah, seperti di Demak pada 12 Januari 2022 untuk KPM atas nama Ishaq H, disebabkan Ishaq H belum masuk ke dalam daftar bayar dari Kemensos. Kemensos lah yang berwenang memasukkan Ishaq ke dalam daftar bayar tersebut.

Sementara itu bank Himbara, termasuk BRI, hanya berperan sebagai bank penyalur dana kepada KPM yang telah ditetapkan oleh Kemensos dalam daftar bayar.

Supari menekankan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur penyaluran bansos terdapat empat tugas dan tanggung jawab utama Himbara sebagai bank penyalur bansos, yaitu membuka rekening dan mencetak KKS sesuai dengan instruksi dari Kemensos, membantu mendistribusikan KKS dengan waktu lokasi, dan undangan untuk KPM ditentukan oleh Tim Koordinasi Daerah, mendistribusikan dana bantuan ke rekening KPM sesuai dengan instruksi Kemensos melalui mekanisme OM SPAN Kementerian Keuangan, melaporkan progres data penyaluran, dan mengembalikan dana bantuan yang tidak termanfaatkan berdasarkan ketentuan dan atas instruksi Kemensos.

Hingga akhir Desember 2021, BRI telah menyalurkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp11 triliun, bansos sembako reguler senilai Rp16,6 triliun, bansos sembako PPKM senilai Rp2,4 triliun, dan bansos penanganan kemiskinan ekstrem senilai Rp236,9 miliar kepada lebih dari 15 juta penerima yang tersebar hingga ke pelosok negeri.

"BRI mempunyai komitmen yang tinggi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial dan stimulus, untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," pungkas Supari.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id