Penyaluran Kredit BCA hingga September 2021 Capai Rp605,9 Triliun

    Husen Miftahudin - 21 Oktober 2021 20:59 WIB
    Penyaluran Kredit BCA hingga September 2021 Capai Rp605,9 Triliun
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat telah menyalurkan kredit baru sebesar Rp605,9 triliun sejak Januari hingga September 2021. Angka tersebut tumbuh 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp581,8 triliun.

    "Pertumbuhan kredit ditopang oleh membaiknya permintaan dari segmen korporasi dan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)," ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam Press Conference Paparan Kinerja BCA Kuartal III-2021 secara virtual, Kamis, 21 Oktober 2021.

     



    Dijelaskan lebih lanjut bahwa segmen korporasi hingga kuartal III-2021 tumbuh 7,1 persen (yoy) menjadi Rp269,9 triliun. Sementara segmen KPR mencapai Rp95,1 triliun atau tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy).

    "Penyaluran kredit baru tercatat lebih tinggi dibandingkan tingkat pelunasan (loan repayment). Penempatan pada obligasi korporasi juga tumbuh positif, naik 16,1 persen (yoy). Secara keseluruhan, portofolio total kredit dan obligasi korporasi meningkat 4,5 persen (yoy) menjadi Rp630,2 triliun," ungkapnya.

    Di periode yang sama, kredit komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatatkan rebound, naik 1,5 persen (yoy) menjadi Rp185,4 triliun. Sementara itu, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turun 7,6 persen (yoy) menjadi Rp35,6 triliun, meski koreksinya membaik dari periode sebelumnya.

    Adapun saldo outstanding kartu kredit dan lainnya naik sebanyak 1,2 persen (yoy) menjadi Rp13,9 triliun. Secara total, portofolio kredit konsumer juga berhasil membaik dengan kenaikan 2,1 persen (yoy) menjadi Rp144,7 triliun.

    Jahja menekankan bahwa BCA senantiasa mengedepankan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG). Ini ditandai dengan komitmen penyaluran kredit kepada sektor-sektor berkelanjutan yang naik sebesar 25,6 persen (yoy) menjadi Rp143,1 triliun.

    "Nilai ini berkontribusi 23,6 persen bagi total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor UKM, pengelolaan sumber daya alam dan lahan yang berkelanjutan, serta energi terbarukan," pungkas Jahja.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id