comscore

Keuangan Syariah dengan Industri Halal Belum Ada Chemistry

Husen Miftahudin - 09 Desember 2021 12:11 WIB
Keuangan Syariah dengan Industri Halal Belum Ada <i>Chemistry</i>
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Foto : MI.
Jakarta: Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi mengatakan semua pihak yang ada di dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah perlu bersinergi satu sama lain guna menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia, termasuk menjadi pemain terbesar dalam sektor industri halal global.

"Sinergi yang paling mudah adalah sinergi antara sektor keuangan syariah dengan sektor riil syariah atau bisa disebut dengan industri halal," ujar Hery dalam webinar Perkembangan Industri Halal dan Peran Perbankan Syariah, Kamis, 9 Desember 2021.

 



Hery mengakui kondisi yang terjadi saat ini adalah kurang terkoneksinya antara sektor keuangan syariah dengan industri halal. Sektor keuangan syariah, khususnya industri perbankan syariah, seharusnya menjadi roda penggerak dan pendukung utama dari sektor industri halal.

Terlebih industri perbankan syariah saat ini memiliki kinerja yang cukup baik, bahkan sangat baik. Meski di tengah pandemi covid-19, industri perbankan syariah masih bisa mengalami pertumbuhan double digit, baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Bahkan selama pandemi ini kita melihat pertumbuhan perbankan syariah ini melebihi dari industri, dan tentunya juga tumbuh di atas pertumbuhan perbankan konvensional," jelasnya.

Ia membeberkan, berdasarkan data per September 2021, aset industri perbankan syariah tumbuh sebesar 12,24 persen secara year on year (yoy). Sementara pembiayaan juga terus tumbuh sebesar 7,48 persen, sedangkan DPK tumbuh sebesar 9,42 persen.

"Tentunya, kita juga mengerti bahwa tuntutan kontribusi yang lebih besar dari sektor keuangan syariah bagi pengembangan industri halal, dan tentu saja menjadi pengingat bagi industri perbankan syariah untuk dapat berperan lebih aktif," tegas Hery.

Menurutnya, chemistry antara sektor keuangan syariah dengan industri halal harus segera diselesaikan guna mengakselerasi pertumbuhan industri halal nasional. Sebab, saat ini sudah banyak negara-negara non mayoritas penduduk muslim juga ikut berlomba untuk meraih potensi besar industri halal dunia.

Thailand misalnya, saat ini Negeri Gajah Putih tersebut sudah mulai membangun wisata halal. Lalu Korea Selatan (Korsel) yang sudah 'getol' membangun membangun pusat kosmetik halal.

"Kita juga melihat produsen atau eksportir daging sapi, daging burung, dan daging unggas itu datangnya bukan dari negara dengan populasi penduduk muslim terbesar, misalnya dari Brasil, Australia, ataupun dari negara-negara yang tentunya tidak terlalu banyak populasi muslimnya," pungkas Hery.


(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id