OJK Bantu Bangkitkan Perekonomian Solo Raya

    Husen Miftahudin - 09 Juni 2021 11:30 WIB
    OJK Bantu Bangkitkan Perekonomian Solo Raya
    OJK berkomitmen membangkitkan kembali perekonomian daerah. Foto: dok.MI



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso membantu membangkitkan kembali perekonomian wilayah Solo Raya. Hal ini mengingat perekonomian daerah memegang peranan penting dalam mengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di masa pandemi.

    "Potensi pertumbuhan ekonomi berawal dari daerah dan seluruh daerah di Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh, salah satunya Solo Raya," sebut Wimboh dalam keterangannya dikutip dari laman instagram terverifikasi @ojkindonesia, Rabu, 9 Juni 2021.

     



    Wimboh menjelaskan bahwa Kawasan Solo Raya dapat menjadi daerah yang membantu pertumbuhan ekonomi nasional jika secara perlahan mobilitas dibuka. Namun, tegasnya, harus tetap dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat, agar aktivitas ekonomi dapat bergerak dan menghasilkan multiplier effect.

    Dalam instagram terverifikasi @wimboh.ojk, Wimboh memaparkan, Solo memiliki potensi ekonomi yang tinggi dari pembangunan infrastruktur serta kerajinan UMKM-nya seperti batik, blangkon, keris, dan makanan tradisional.

    Dia bilang, berbagai alternatif pembiayaan dapat digunakan oleh para pelaku usaha, mulai dari perbankan, lembaga pembiayaan, pasar modal, sampai Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk masyarakat yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.

    Menurutnya, hal ini didukung dengan mulai melandainya tren restrukturisasi kredit sektor perbankan di Solo yang menandakan bahwa aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak.

    "Potensi ini tentunya harus berjalan seiringan dengan program vaksinasi serta protokol kesehatan yang ketat oleh seluruh pihak agar mobilitas dan aktivitas ekonomi dapat terus bergerak dan menghasilkan multiplier effect yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tutur Wimboh.

    Adapun dukungan OJK dan sektor jasa keuangan dalam pengembangan ekonomi di Kawasan Solo Raya, antara lain, pembiayaan UMKM. Di antaranya dengan pembiayaan modal kerja kepada perajin batik dan blangkon melalui BWM tanpa persyaratan NPWP dan agunan.

    Di pengembangan Kampung Wisata Batik dan Pasar Jongke di Laweyan, serta Desa Wisata Blangkon di Putrojayan. Sementara untuk dukungan prasarana umum, OJK memaksimalkan pembangunan prasarana umum dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) maupun CSR.

    Untuk dukungan OJK terhadap pengembangan UMKM melalui program KUR Klaster UMKM, Kartu Petani, Jaring, dan KUR Klaster pada 2020 telah disalurkan pembiayaan dengan total kredit sebanyak Rp197,04 triliun kepada 6,11 juta debitur. Sedangkan total pembiayaan sebanyak Rp62,6 miliar kepada 42 ribu nasabah.

    Untuk Asuransi Usaha Tani (AUTP) sebanyak 9,05 juta petani dengan nilai premi sebesar Rp141,5 miliar. Sementara untuk Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) diberikan kepada 36.137 peternak dengan nilai premi sebesar Rp15,56 miliar.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id