Mantap! Pagi Ini Kurs Rupiah Gilas Dolar AS

    Angga Bratadharma - 22 Juli 2021 09:52 WIB
    Mantap! Pagi Ini Kurs Rupiah Gilas Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berakhir di posisi Rp14.542 per USD. Mata uang Garuda sukses menggilas mata uang Paman Sam di saat lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air mulai mereda.

    Mengutip Bloomberg, Kamis, 22 Juli 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.500 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.515 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.329 per USD.

     



    Sementara itu, mata uang safe haven dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis WIB). Dolar mundur dari tertinggi lebih dari tiga bulan karena selera risiko kembali dengan saham-saham lebih tinggi, meskipun investor tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran inflasi dan kekhawatiran tentang varian virus korona yang sangat menular.

    Pada perdagangan sore di New York, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,2 persen menjadi 92,755. Pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), indeks dolar mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan. Tempat berlindung yang aman lainnya, yen Jepang, juga turun terhadap dolar, karena penghindaran risiko mereda.

    Varian delta dari virus korona, yang telah menyebabkan lonjakan infeksi di seluruh dunia, naik ke puncak kekhawatiran investor bersama dengan inflasi minggu ini, mendorong bursa saham global turun tajam pada Senin, 19 Juli. Pasar ekuitas Eropa melonjak pada Rabu, 21 Juli, dan saham Wall Street juga menguat.

    Namun para pelaku pasar tetap bullish pada prospek dolar, setidaknya selama beberapa bulan ke depan. “Antara diferensial imbal hasil dan permintaan safe haven yang didorong oleh covid, dolar AS telah menjadi primadona bola valas minggu ini,” kata Kepala Riset Pasar Global FOREX.com dan City Index, Matt Weller.

    "Tema-tema ini akan terus mendukung dolar dalam beberapa minggu mendatang, tetapi pemulihan selera risiko pasar, terutama jika didorong oleh stimulus moneter atau fiskal tambahan dari AS, akan melemahkan tren kekuatan yang baru lahir pada greenback," tambahnya.

    Langkah-langkah stimulus Federal Reserve atau pelonggaran kuantitatif telah menahan dolar karena meningkatkan pasokan mata uang dalam sistem keuangan. "Saat ini kami memiliki inflasi tinggi di AS yang membuat pintu terbuka bagi The Fed untuk mengurangi stimulus," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id