Relaksasi DP KPR dan Otomotif Diharapkan Dorong Kredit Konsumsi 0,5%

    Husen Miftahudin - 22 Februari 2021 18:24 WIB
    Relaksasi DP KPR dan Otomotif Diharapkan Dorong Kredit Konsumsi 0,5%
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) akan membebaskan uang muka atau down payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) per 1 Maret 2021. Relaksasi tersebut diproyeksi akan menumbuhkan kredit konsumsi sektor properti dan otomotif sebesar 0,5 persen.

    "Dengan adanya relaksasi di sektor properti dan di sektor kendaraan bermotor kemarin akan mendorong kira-kira lebih dari 0,5 pertumbuhan pertumbuhan di sektor konsumsi, khususnya di dua sektor ini," ucap Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung dalam taklimat media mengenai Kebijakan LTV dan Uang Muka KKB serta Transparansi Suku Bunga secara virtual, Senin, 22 Februari 2021.




    Meski demikian, Juda masih belum dapat memberi perkiraan kredit konsumsi ini akan meningkat di kuartal berapa. Namun, bila mobilitas sudah tinggi, ia berharap permintaan untuk kredit, terutama kendaraan bermotor akan meningkat.

    "Ini akan bergerak simultan, nanti kalau mobilitas sudah tinggi. Karena misal orang mau pergi ke Bandung, Cirebon, atau Sumatra, maka nanti permintaan kendaraan bermotor akan tinggi," jelasnya.

    Terkait manajemen risiko, Juda mengakui jika bank sentral tidak mengatur lebih lanjut. Kebijakan dan ketentuan lebih lanjut diserahkan kepada perbankan masing-masing. Sebab, kebijakan pelonggaran uang muka KPR dan KKB ini bukan sebuah keharusan, melainkan relaksasi yang dilakukan Bank Indonesia.

    "Jadi ini bukan sebuah keharusan, bank boleh memberikan kredit dengan DP nol persen. Apakah bank pada praktiknya seperti itu? Tentu bank punya kebijakan, tapi BI memberikan ruang sampai 100 persen," jelas Juda.

    Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengungkapkan bahwa pembebasan uang muka KPR dan KKB merupakan kebijakan lanjutan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk peningkatan pembiayaan dunia usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi (PEN).

    "Melonggarkan ketentuan uang muka kredit pembiayaan kendaraan bermotor menjadi nol persen untuk semua jenis kendaraan bermotor yang baru," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan BI secara virtual, Kamis, pekan lalu.

    Langkah tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dan otomotif, berlaku efektif sejak 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021. Namun demikian, bank sentral juga meminta bank dan lembaga pembiayaan untuk tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id