Ini Dia 229 Jenis Aset Kripto Resmi yang Dapat Diperdagangkan

    Husen Miftahudin - 19 Februari 2021 17:44 WIB
    Ini Dia 229 Jenis Aset Kripto Resmi yang Dapat Diperdagangkan
    Ilustrasi aset kripto - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Hal itu tertuang dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Kepala Bappebti Sidharta Utama mengatakan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Terutama dalam menghadapi persaingan global dalam era ekonomi digital.






    "Penerbitan Peraturan Bappebti terkait aset kripto diharapkan dapat menambah kepercayaan dan integritas serta kepastian para pelaku usaha PBK dalam melakukan transaksi, khususnya aset kripto," ujar Sidharta dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 19 Februari 2021.

    Dengan peraturan ini, Sidharta menegaskan bahwa pihaknya memberikan kepastian dan perlindungan hukum, serta kepastian berusaha di sektor komoditas digital. Sebab, di luar produk yang tidak masuk dalam daftar tersebut wajib dilakukan delisting.

    "Hal ini untuk memberikan kepastian hukum bagi nasabah dan menciptakan perdagangan aset kripto yang teratur, wajar, efisien, efektif, dan transparan serta dalam suasana persaingan yang sehat," ucapnya.

    Ia menambahkan regulasi tersebut bertujuan mencegah penggunaan aset kripto untuk aktivitas dan kegiatan ilegal, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, serta pengembangan senjata pemusnah massal. Hal ini sesuai rekomendasi standar internasional Financial  Action Task Force (FATF) untuk melindungi pelanggan serta memfasilitasi inovasi dan pertumbuhan aset kripto di Indonesia.

    Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi menegaskan, aset kripto dilarang digunakan sebagai alat pembayaran. Aset kripto hanya digunakan sebagai investasi komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.

    "Beberapa faktor aset kripto dapat menjadi suatu komoditi antara lain memiliki harga fluktuatif, tidak adanya intervensi pemerintah, banyaknya permintaan dan penawaran, serta memiliki standar komoditi," pungkas Sahudi.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id