Adira Insurance Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Lingkungan

    Angga Bratadharma - 20 Februari 2021 15:05 WIB
    Adira Insurance Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Lingkungan
    Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI



    Jakarta: Pandemi covid-19 telah menjadi tantangan global selama satu tahun terakhir, dan mengubah fokus serta gaya hidup masyarakat di seluruh dunia. Dengan semua perhatian tertuju pada dampak kesehatan dan ekonomi dari pandemi ini, banyak yang melupakan risiko lingkungan yang sebelumnya merupakan isu global yang hangat dibicarakan.

    Meskipun pembatasan sosial dan perjalanan di seluruh dunia telah menurunkan emisi global di paruh pertama 2020, indikasi emisi dapat kembali melejit terlihat dengan dibukanya aktivitas umum secara bertahap saat ini.

     



    Global Risk Report 2021 (Laporan Risiko Global 2021) yang dirilis oleh World Economic Forum dan didukung oleh Zurich Insurance Group menyebutkan kegagalan penanganan masalah iklim adalah risiko jangka panjang yang paling berdampak dan duduk di posisi kedua dalam daftar risiko global dari risiko global.

    Risiko terbesar yang mungkin timbul dalam rentang 10 tahun adalah cuaca ekstrem, kegagalan penanganan masalah iklim, dan kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Sedangkan Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak lingkungan, terlebih dampak perubahan iklim.

    Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang meningkat memberikan risiko banjir yang kerap tidak dapat dihindari. Di awal 2021 sejumlah daerah di Indonesia seperti Aceh hingga Maluku diterjang banjir bandang. Di Provinsi Kalimantan Selatan, pusat data informasi dan komunikasi kebencanaan BNPB melaporkan sebanyak tujuh kabupaten/kota yang terdampak banjir.

    Nyatanya, risiko lingkungan tidak melihat situasi pandemi. Meski seluruh perhatian tertuju pada upaya penanganan pandemi, risiko lingkungan tidak dapat diabaikan. Perubahan iklim -yang berdampak pada semua orang- senantiasa menjadi risiko yang tak bisa dianggap remeh.

    Mitigasi bencana dan manajemen risiko harus dilakukan untuk mencegah tingginya kerugian yang muncul dari dampak perubahan iklim. Tidak hanya memakan korban jiwa, bencana banjir juga menimbulkan kerugian material pada rumah, kendaraan, dan aset lainnya.

    Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) Hassan Karim mengatakan semua pihak harus mengubah persepsi terhadap penanganan masalah lingkungan. Semua pihak perlu terlibat dan berkontribusi untuk mencegah dan menangani dampak dari perubahan iklim.

    "Kegagalan mengelola risiko lingkungan memberikan dampak dan kerugian yang tidak terukur bagi masyarakat. Pandemi ini memberi kita kesempatan untuk merefleksikan bagaimana kita memperlakukan lingkungan dan bahwa belum terlambat untuk mengelola risiko yang kita hadapi dan mengubah dampaknya," tuturnya, dalam keterangan resminya, Sabtu, 20 Februari 2021.

    Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya manajemen risiko. Kebanyakan masyarakat masih berpaku pada dampak, melupakan faktor pencegahan dan pengelolaan risiko yang sebetulnya dapat dilakukan. Setiap individu dapat terlibat aktif dalam upaya menjaga lingkungan karena ini bagian dari mitigasi yang dapat dilakukan.

    Upaya itu seperti pengurangan limbah, memperbanyak tanaman hijau, dan area resapan di sekitar rumah. Ia menambahkan tidak banyak yang mengetahui bahwa biaya pemulihan dapat mencapai hampir sembilan kali lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan.

    "Sebagai perusahaan asuransi yang memberikan jaminan terhadap risiko banjir melalui beberapa produknya, Zurich memahami tingginya kerugian yang dapat dirasakan masyarakat dari risiko banjir. Pada 2020, Adira Insurance, yang merupakan bagian dari Zurich, membayar lebih dari Rp126 miliar klaim terkait banjir," pungkas Hassan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id