Ternyata Ini Penyebab Korporasi dan Rumah Tangga Enggan Ambil Pembiayaan

    Husen Miftahudin - 19 Februari 2021 19:38 WIB
    Ternyata Ini Penyebab Korporasi dan Rumah Tangga Enggan Ambil Pembiayaan
    Ilustrasi pembiayaan korporasi dan rumah tangga - - Foto: Medcom


    Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan survei kebutuhan pembiayaan korporasi pada Januari 2021 mengalami perlambatan. Hal tersebut terindikasi dari Saldo bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi sebesar 9,2 persen, turun dari 13,9 persen pada bulan sebelumnya.

    Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah sektor dengan kebutuhan pembiayaan yang meningkat, antara lain sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan jasa lainnya. Terutama untuk mendukung aktivitas operasional, mendukung pemulihan pasca era new normal, dan membayar kewajiban yang jatuh tempo.


    Berdasarkan hasil survei, responden menginformasikan bahwa kebutuhan pembiayaan yang meningkat mayoritas dipenuhi dari dana sendiri, pinjaman dari perusahaan induk, dan pinjaman ke perbankan dalam negeri. Pada Januari 2021, pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui perbankan dalam negeri diindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.


    "Secara umum preferensi pilihan pembiayaan tersebut dilakukan berdasar aspek kemudahan dan kecepatan perolehan dana, biaya (suku bunga), dan optimalisasi fasilitas existing," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 19 Februari 2021.

    Adapun permintaan pembiayaan rumah tangga pada Januari 2021 mengindikasikan bahwa penambahan pembiayaan melalui utang atau kredit oleh rumah tangga meningkat. Tercermin dari persentase responden rumah tangga yang menyatakan melakukan penambahan utang pada Januari 2021 tercatat sebanyak 13,4 persen dari total responden, meningkat 10,3 persen pada bulan sebelumnya.

    Penambahan pembiayaan rumah tangga sebagian besar diperoleh dari bank umum dengan pangsa sebesar 34,2 persen. Sumber pembiayaan lainnya dari leasing dan koperasi dengan pangsa masing-masing sebesar 22,7 persen dan 19,9 persen.

    Menurut jenisnya, pembiayaan yang paling banyak diajukan oleh rumah tangga pada Januari 2021 adalah Kredit Multi Guna (KMG) dengan pangsa sebesar 35,8 persen dari total pengajuan pembiayaan, diikuti oleh Kredit Kendaraan bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masing-masing sebesar 23,8 persen dan 11,5 persen.

    Ditinjau menurut tingkat pengeluaran responden, pengajuan pembiayaan pada Januari 2021 paling banyak diajukan oleh rumah tangga dengan tingkat pengeluaran Rp1 juta-Rp3 juta per bulan (49,9 persen). Diikuti oleh rumah tangga dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan. Di sisi lain, pangsa pengajuan pembiayaan pada rumah tangga dengan pengeluaran Rp3 juta-Rp5 juta per bulan turun dari 41,1 persen menjadi 35,5 persen.

    "Tingkat suku bunga masih menjadi aspek pertimbangan utama dalam pengajuan pembiayaan pada Januari 2021. Faktor lainnya yang berpengaruh antara lain persetujuan dari lembaga peminjam dan administrasi," pungkas Erwin.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id