Bos BRIS: Bisnis Keuangan Syariah RI Ibarat Raksasa yang Tertidur

    Annisa ayu artanti - 22 Januari 2021 17:42 WIB
    Bos BRIS: Bisnis Keuangan Syariah RI Ibarat Raksasa yang Tertidur
    Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi - - Foto: MI/ Susanto



    Jakarta: Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Hery Gunardi mengibaratkan bisnis keuangan Indonesia layaknya raksasa yang sedang tertidur. Hal itu dikarenakan Indonesia memiliki potensi pengembangan industri syariah yang luas mulai dari perbankan syariah hingga industri halal.

    "Meminjam istilah bahwa sebenarnya Indonesia ini adalah raksasa untuk bisnis keuangan syariah ataupun bisnis halal yang sedang tidur, jadi tidurnya harus dibangunkan supaya tidak terlalu lama tidur," kata Hery dalam acara 7th Indonesia Islamic Economic Forum, Jumat, 22 Januari 2021.






    Menurutnya potensi pengembangan industri syariah di Indonesia cukup besar lantaran didukung oleh populasi penduduk muslim yang tinggi.

    "Kalau dibandingkan terhadap total populasi di dunia itu kita sekitar 87,2 persen, dan ini sebetulnya salah satu potensi untuk perkembangan dari sisi keuangan syariah," ujar dia.

    Hery menambahkan kekuatan industri syariah salah satunya bisa dilihat dari kondisi perbankan syariah di Tanah Air. Dibandingkan dengan perbankan konvensional perbankan syariah masih cukup resilient menghadapi pandemi covid-19.

    "Dari sisi aset perbankan syariah mengalami pertumbuhan double digit sekitar 13,99 persen, dari sisi pembiayaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,12 persen dan dari sisi pengumpulan dana pihak ketiga juga tumbuh sebesar 13,84 persen," tuturnya.


    Namun demikian, penetrasi perbankan Indonesia diakui masih kalah dengan beberapa negara Islam lainnya seperti Arab Saudi, Kuwait, Brunei, Malaysia, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

    Karena itu, kedepannya pelaku industri keuangan syariah dan pemerintah harus berusaha memecahkan hal-hal yang menghambat industri keuangan syariah.

    "Tentunya banyak hal yang menjadi perhatian kita semua, tentunya ke depan kita harus bisa mengatasi hambatan-hambatan untuk bisa membawa penetrasi perbankan syariah ini paling tidak sejajar dengan negara-negara yang ada di Asia Tenggara," pungkasnya.
     

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id