Rupiah Pagi Gilas Dolar AS

    Angga Bratadharma - 07 Oktober 2020 09:28 WIB
    Rupiah Pagi Gilas Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat menguat ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.735 per USD. Mata uang Garuda sukses menggilas mata uang Paman Sam, meski tengah perkasa lantaran distimulasi oleh pernyataan Ketua Fed Jerome Powell.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 7 Oktober 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.710 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.710 hingga Rp14.743 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.548 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena pelaku pasar mencerna komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,18 persen menjadi 93,6840.

    Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1752 dari USD1,1774 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,2900 dari USD1,2971 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7116 dari USD0,7174.

    Sedangkan dolar AS dibeli 105,55 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,72 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9166 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9160 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3297 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3268 dolar Kanada.

    Sedangkan bursa saham Wall Street ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan negosiasi dengan Demokrat tentang paket bantuan virus korona yang baru.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 375,88 poin atau 1,34 persen menjadi 27.772,76. Sedangkan S&P 500 turun 47,66 poin atau 1,40 persen menjadi 3.360,97. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 177,88 poin atau 1,57 persen menjadi 11.154,60.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor konsumen turun 2,13 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,86 persen, satu-satunya kelompok yang menguat. Kondisi itu terjadi usai Trump menginstruksikan perwakilannya untuk menghentikan perundingan RUU Stimulus Fiskal sampai setelah Pemilihan Presiden.

    Langkah itu membuat bingung investor yang sebelumnya berharap anggota parlemen Washington bisa segera mencapai kesepakatan, kata para ahli. Berita itu muncul ketika kepala Fed AS memperingatkan resesi di tengah dampak covid-19.

    Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pemulihan ekonomi AS masih jauh dari selesai dan perlambatan yang berkepanjangan dalam laju perbaikan dari waktu ke waktu dapat memicu dinamika resesi. Powell mengungkapkan hal itu di pertemuan tahunan secara virtual Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis. 

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id