ADB Dorong Indonesia Atasi Kesenjangan Digital

    Eko Nordiansyah - 21 Oktober 2020 12:39 WIB
    ADB Dorong Indonesia Atasi Kesenjangan Digital
    Ilustrasi Bank Pembangunan Asia (ADB) - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Bank Pembangunan Asia (ADB) mendorong negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia untuk memperluas investasi pada infrastruktur digital. Kemudian memastikan akses yang adil ke teknologi seiring upaya pemulihan dari pandemi covid-19.

    Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan negara-negara di Asia Tenggara harus mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan investasi infrastruktur digital. Misalnya dengan membangun lebih banyak lagi jaringan dengan kualitas yang lebih tinggi, serta memastikan akses dan cakupan internet dengan harga terjangkau.

    "Langkah-langkah tersebut juga dapat meningkatkan akses ke layanan sosial dasar, seperti kesehatan dan pendidikan, serta akses ke layanan keuangan. Investasi semacam itu akan membuat negara-negara lebih siap untuk mengatasi ketimpangan pendapatan dan disparitas peluang akibat pandemi," kata Asakawa dalam webinar di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.

     



    Asakawa menekankan lima bidang kebijakan penting yang dapat mendukung perekonomian negara berkembang di Asia Tenggara yang sejalan dengan kembalinya negara-negara tersebut ke pertumbuhan berkelanjutan.

    Pertama, mengatasi disparitas regional dan memastikan akses yang lebih adil ke teknologi. Termasuk perluasan investasi pada infrastruktur digital untuk mengatasi kesenjangan digital, sambil turut meningkatkan keamanan siber.

    "Kedua, memfasilitasi pemulihan yang hijau dan berdaya tahan dengan mendorong investasi yang menggerakan kegiatan perekonomian menuju praktik-praktik rendah karbon dan berdaya tahan," ungkapnya.

    Ketiga, memperkuat kerja sama dan integrasi regional dengan meningkatkan konektivitas digital lintas batas negara, sistem pabean elektronik (e-customs), dan sistem pelacakan kargo elektronik.

    "Keempat, memperdalam kapasitas kelembagaan untuk memobilisasi sumber daya domestik guna membiayai layanan publik, sembari memastikan keberlanjutan utang," lanjut dia.

    Kelima, menginkubasi, mengembangkan, dan mengumpulkan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan kewirausahaan dan teknologi, yang didukung oleh ekosistem keuangan, akademis, dan dunia usaha yang disatukan guna membantu menyiapkan pertumbuhan berbasis teknologi.

    Simposium Pembangunan Asia Tenggara yang diselenggarakan ADB ini bertujuan untuk memberikan beragam perspektif terbaru kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan lain tentang sejumlah persoalan pembangunan yang sangat penting.

    Sejalan dengan upaya negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk merespons covid-19, simposium pertama ini berfokus untuk memberi dukungan pengetahuan dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id