Harus Ada Regulasi yang Jelas dalam Investasi Aset Kripto

    Daviq Umar Al Faruq - 26 April 2021 12:31 WIB
    Harus Ada Regulasi yang Jelas dalam Investasi Aset Kripto
    Ilustrasi aset kripto. Foto: dok KBI.



    Malang: Pengamat Ekonomi dan Investasi dari Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Yoyok Prasetyo, menyebutkan investasi di aset kripto sudah seharusnya memiliki regulasi yang jelas. Hal itu untuk melindungi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

    "Adanya kasus yang mengatasnamakan investasi aset kripto yang berujung merugikan masyarakat, tentunya menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah yang berfungsi sebagai regulator, untuk segera mengatur investasi yang sedang tren ini," katanya, Senin, 26 April 2021.

     



    Yoyok menjelaskan, saat ini di Indonesia terdapat 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan. Sementara di seluruh dunia, terdapat 8.472 aset kripto yang beredar.

    "Aset kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak ketiga," jelasnya.

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menerbitkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan tersebut diterbitkan dan mulai berlaku pada 17 Desember 2020.

    Yoyok menuturkan, selain keberadaan bursa, lembaga penunjang lain yang sangat penting adalah keberadaan lembaga kliring dan penjaminan transaksi. Lembaga ini sangat penting, karena akan memastikan transaksi sudah sesuai dengan regulasi yang ada.

    Dosen Luar Biasa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini menambahkan, adanya lembaga kliring dan penjaminan transaksi di ekosistem investasi aset kripto ini, tentunya akan memberikan rasa aman kepada masyarakat atau investor, dan memberikan kepastian bahwa investasi yang dilakukan adalah legal.

    "Terakhir pemerintah harus menciptakan iklim investasi yang kondusif didalam negeri, sehingga masyarakat investor lebih memilih investasi didalam negeri dibandingkan luar negeri," ungkapnya.

    Sementara itu, selangkah lagi masyarakat Indonesia akan mendapatkan kemudahan serta keamanan dalam berinvestasi di aset kripto,  Hal ini lantaran secara kelembagaan, perdagangan aset kripto di Indonesia sudah dibilang lengkap.

    Mulai dari bursanya yaitu di Digital Future Exchange (DFX), para pedagang aset kripto, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai Lembaga Kliring juga sudah siap. Perdagangan Aset Kripto melalui Bursa tinggal menunggu persetujuan dari otoritas yaitu Bappepti.

    Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah siap 100 persen sebagai lembaga kliring. Hal tersebut dilihat baik dari sisi permodalan maupun infratrukturnya.

    "Terkait peran sebagai lembaga kliring, peran KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi delivery versus payment, dan pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota. Harapan kami, dengan mulai beroperasinya bursa aset kripto, akan memberikan warna baru dalam ekosistem investasi di Indonesia," katanya.

    Fajar menambahkan, hadirnya bursa kripto di Indonesia merupakan hal positif dalam ekosistem investasi. Sebab, masyarakat atau investor akan memiliki banyak pilihan dalam menentukan arah investasinya.

    "Namun demikian, sebagai lembaga kliring, KBI tentunya juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait investasi ini, karena bagaimanapun sebuah investasi selalu memiliki risiko, dan terkait risiko ini masyarakat juga harus memahami dengan baik," jelasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id