AP II Kembali Terbitkan Obligasi Rp2,25 Triliun

    Angga Bratadharma - 20 Agustus 2020 09:55 WIB
    AP II Kembali Terbitkan Obligasi Rp2,25 Triliun
    Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
    Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun ini senilai Rp2,25 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penerbitan obligasi berkelanjutan diklaim mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari investor pasar modal di tengah ketidakpastikan akibat pandemi covid-19.

    Obligasi tersebut terbagi dalam empat seri yaitu Seri A sebesar Rp32 miliar dengan bunga 7,80 persen per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2023, kemudian Seri B sebesar Rp159 miliar dengan bunga 8,50 persen per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2025.

    Lalu, Seri C sebesar Rp1,602 triliun dengan bunga 9,10 persen per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2027, dan Seri D sebesar Rp457 miliar dengan bunga 9,25 persen per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2030.

    "Hal ini merupakan sesuatu yang sangat baik karena menandakan kepercayaan investor masih tinggi terhadap PT Angkasa Pura II di tengah adanya tekanan di industri karena pandemi global covid-19," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, dalam keterangan resmi, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Awaluddin mengatakan penerbitan obligasi ini merupakan salah satu upaya perseroan dalam melakukan cash management secara ketat di tengah pandemi. Ia bilang AP II harus melakukan penyeimbangan antara cash in dan cash out demi menjaga operasional 19 bandara yang dikelola.

    Sementara itu, Direktur Keuangan AP II Dodit Wiweko Probojakti mengatakan, hasil dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan oleh perseroan antara lain untuk menjaga belanja operasional (operational expenditure/opex) maupun memperkuat belanja modal (capital expenditure/capex).

    "Tahun ini kami melakukan penyesuaian terhadap belanja modal, di mana belanja modal hanya dialokasikan untuk proyek multiyears dan yang benar-benar signifikan, misalnya, perencanaan desain Terminal 4 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tahun ini bukan merupakan tahun ekspansi bagi, melainkan bagaimana harus menjaga stabilitas perusahaan,” ujar Dodit.

    Lebih lanjut, Dodit mengatakan, hasil dari penerbitan obligasi ini membuat perseroan dapat tetap melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi tantangan akibat covid-19, sekaligus nantinya dapat mengakomodir permintaan ketika lalu lintas penerbangan semakin pulih.

    Adapun saat ini seluruh bandara yang dikelola AP II tetap beroperasi guna menjaga konektivitas penerbangan di Indonesia. AP II bersama stakeholder di 19 bandara saat ini tengah menggalakkan Safe Travel Campaign guna menjaga agar protokol kesehatan dapat dijalankan ketat.

    Seiring dengan meningkatnya kepercayaan, pergerakan penumpang pesawat di bandara-bandara AP II berangsur mulai pulih, sehingga periode Januari-Juli 2020 perseroan mampu mencetak EBITDA positif.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id