BEI Beri Diskon 50% untuk Perusahaan yang IPO

    Annisa ayu artanti - 24 Juni 2020 07:39 WIB
    BEI Beri Diskon 50% untuk Perusahaan yang IPO
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kebijakan berupa pemotongan 50 persen dari biaya pencatatan awal saham bagi perusahaan yang melakukan pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Hal itu guna menjaga optimisme pasar dan stabilitas pasar keuangan.

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung perusahaan-perusahaan yang ada di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan pendanaan melalui pencatatan saham perdana dan menjadi perusahaan tercatat.

    "BEI dalam hal ini menetapkan kebijakan pemotongan 50 persen dari biaya pencatatan awal saham (ILF)," sebut Nyoman, di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020.

    Stimulus yang diberikan tersebut telah dikoordinasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kebijakan itu mulai berlaku sejak 18 Juni 2020 hingga 17 Desember 2020.

    "Dengan adanya stimulus ini tentu saja SRO (Self Regulatory Organization) bersama-sama dengan OJK terus  menjaga optimisme pasar terhadap stabilitas pertumbuhan pasar modal dan sektor keuangan nasional," jelasnya.

    Nyoman mencatat sejauh ini minat perusahaan untuk IPO saham dan obligasi atau sukuk masih tinggi. Sampai dengan 22 Juni 2020, terdapat 21 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di BEI. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak diberbagai macam sektor industri.

    Ia merinci delapan perusahaan berasal dari sektor trade, service and investment. Lalu, lima perusahaan dari sektor property, real estat dan building construction. Kemudian delapan perusahaan lainnya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor agriculture, basic industry and chemical, finance, serta consumer goods industry.

    Selain itu, saat ini terdapat 25 issuer yang akan menerbitkan 30 emisi obligasi atau sukuk yang berada dalam pipeline di BEI. Lebih lanjut, Nyoman menambahkan, tidak hanya pemotongan biaya pencatatan awal saham BEI juga memberikan pemotongan biaya pencatatan saham tambahan.

    Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk dapat melakukan corporate action sebagai salah satu upaya bisnis khususnya bagi perusahaan untuk memperkuat permodalan dan menjaga likuiditas perusahaan yang terpengaruh dengan kondisi ekonomi di era pandemi saat ini.

    "SRO bersama OJK senantiasa akan terus melakukan koordinasi dan mengambil langkah serta strategis guna menciptakan situasi pasar modal Indonesia yang kondusif di tengah kondisi yang penuh tantangan saat ini," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id