comscore

Zurich Siap Tangkap Peluang Bisnis di Tengah Pemulihan Tren pariwisata

Angga Bratadharma - 22 April 2022 08:25 WIB
Zurich Siap Tangkap Peluang Bisnis di Tengah Pemulihan Tren pariwisata
Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia Rismauli Silaban. FOTO: Zurich Asuransi Indonesia
Jakarta: PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) siap mengoptimalkan laju bisnis seiring pemulihan tren perjalanan dan pariwisata kian menjanjikan dengan pelonggaran pembatasan mobilisasi masyarakat, termasuk untuk mudik dan perjalanan lintas pulau. Salah satu yang dimaksimalkan adalah asuransi perjalanan.

Survei Balitbang Kementerian Perhubungan Indonesia pada Maret 2022 memprediksi hampir 75 juta orang akan melakukan mudik Lebaran tahun ini atau meningkat sekitar 170 persen dibandingkan dengan prediksi mudik di 2021. Bahkan terjadi pergerakan lebih dari 100 ribu penumpang di Bandara Soekarno Hatta saat Maret 2022 lalu.
Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia Rismauli Silaban mengatakan kini tren perjalanan sudah kian pulih seiring pelonggaran restriksi perjalanan. Apalagi, saat ini Indonesia kian mendekati Hari Raya Idulfitri di mana banyak orang akan mudik ke kampung halaman. Bahkan, banyak pula yang sudah siap liburan karena sebelumnya tertunda oleh pandemi.

Pada Desember 2021, Uli sapaan akrabnya mengatakan, Zurich mengadakan riset dan mencatat 85 persen responden berencana untuk mengadakan perjalanan dalam enam bulan mendatang dan 90 persen responden merencanakan perjalanan domestik.

"Jenis perjalanan yang diminati pun juga semakin beragam usai pandemi, seperti petualangan di alam, solo traveling, dan wisata religi," kata Uli, dalam acara virtual Ngabuburit Virtual bersama Zurich: Sudah Boleh Jalan-Jalan Lagi, Masih Perlukah Asuransi? di Jakarta, Kamis, 21 April 2022.

Ia menambahkan Zurich sebelumnya juga melakukan survei di 2020 untuk melihat perilaku traveler terhadap risiko perjalanan dan kebutuhan asuransinya. Riset ini mengungkap nasabah lebih memilih produk asuransi yang paling lengkap jaminannya (46,5 persen) dan yang jaminannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka (46,3 persen).

"Kemanapun destinasinya dan apapun gaya traveling-nya, penurunan kasus covid-19 jangan sampai membuat kita lengah terhadap risiko perjalanan yang masih mungkin terjadi. Asuransi perjalanan yang lengkap untuk melengkapi perjalanan harus menjadi bagian dari perencanaan," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id