comscore

Top! Rupiah Sukses Ganyang Dolar AS di Penutupan Akhir Pekan

Husen Miftahudin - 27 Mei 2022 16:04 WIB
Top! Rupiah Sukses Ganyang Dolar AS di Penutupan Akhir Pekan
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami penguatan pada perdagangan akhir pekan ini. Penguatan mata uang Garuda tersebut didorong oleh ekspektasi investor yang mulai berkurang terhadap rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.
 
"Dolar turun pada Jumat pagi di Asia. Mata uang AS jatuh ke level terendah satu bulan, dengan investor menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan tanda-tanda bank sentral dapat memperlambat atau bahkan menghentikan siklus pengetatan pada paruh kedua tahun 2022," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Jumat, 27 Mei 2022.
 
Risalah dari pertemuan terbaru The Fed, yang dirilis awal pekan ini, menunjukkan sebagian besar peserta percaya kenaikan 50 basis poin akan sesuai pada pertemuan kebijakan Juni dan Juli 2022.
 
Namun, menurutnya, banyak pembuat kebijakan berpikir besar, kenaikan suku bunga awal akan memberikan ruang untuk jeda nanti pada 2022 untuk menilai dampak dari pengetatan kebijakan tersebut.
 
Sementara itu, imbal hasil Treasury AS lemah, dengan benchmark 10-tahun mencapai level terendah baru enam minggu. Kekhawatiran inflasi terus mereda bahkan ketika data dan pengumuman perusahaan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.
 
"Di Asia Pasifik, data yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) inti Tokyo tumbuh 1,9 persen (yoy)  pada Mei 2022, CPI Tokyo tumbuh 2,4 persen (yoy), dan CPI Tokyo Ex Indeks Pangan dan Energi tumbuh 0,1 persen (mtm)," terangnya.
 
Dari faktor domestik, Ibrahim menyebut pasar terus memantau tentang penerimaan pajak yang hingga 26 Mei 2022 tercatat senilai Rp679,99 triliun atau telah mencapai lebih dari separuh target penerimaan pajak tahun ini, yakni Rp.1.265 triliun.
 
Dalam empat bulan pertama tren penerimaan pajak tercatat konsisten. Bahkan, pada April 2022, penerimaan pajak melonjak menjadi Rp245,2 triliun, sementara sebelumnya penerimaan per bulan di kisaran Rp90 triliun sampai Rp120 triliun.
 
"Hingga Kamis, 26 Mei 2022, penerimaan pajak sepanjang bulan ini tercatat telah mencapai Rp112,39 triliun atau sejalan dengan tren kuartal pertama. Hal tersebut membuat penerimaan pajak hingga saat ini telah mencakup 53,04 persen dari target 2022," beber Ibrahim.
 
Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.566 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 46 poin atau setara 0,31 persen dari posisi Rp14.613 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan bahwa rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp14.566 per USD. Rupiah menguat sebanyak 74 poin atau setara 0,50 persen dari Rp14.640 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.578 per USD atau naik 67 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.645 per USD.
 
"Untuk perdagangan Senin minggu depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.540 per USD sampai Rp14.590 per USD," tutup Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id