Cerdas Memanfaatkan THR untuk Jaminan Masa Depan

    Annisa ayu artanti - 14 Mei 2021 11:56 WIB
    Cerdas Memanfaatkan THR untuk Jaminan Masa Depan
    Foto: AFP.



    Jakarta: Hari Raya Idulfitri atau Lebaran menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh mayoritas umat muslim di Indonesia. Momen Lebaran menjadi semakin membahagiakan dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR).

    Namun sayangnya, bonus tahunan seperti THR seringkali tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat. Tidak sedikit orang yang tiba-tiba menjadi lebih boros setelah menerima THR.

     



    Budaya menyambut Lebaran biasanya merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari membeli pakaian baru, biaya konsumsi Lebaran, kiriman parsel, hingga berbagi angpao.

    Berdasarkan riset Continuum Data Indonesia, 90 persen masyarakat Indonesia menggunakan uang THR untuk berbelanja. Sementara itu, proporsi THR untuk kegiatan menabung dan investasi hanya mencapai 6,6 persen dan sisanya mengaku untuk membayar utang. Riset ini dilakukan pada 1.204.102 percakapan dari 934.671 akun media sosial.

    Oleh karena itu, kemampuan pengelolaan uang THR pun sangat penting tidak terkecuali di kalangan pemuda yang masih perlu pemahaman literasi keuangan untuk proteksi di masa depan.

    "Anak muda harus mulai sadar pentingnya pengelolaan keuangan dan penyediaan dana darurat sedini mungkin demi kenyamanan dan keamaan finansial dari risiko yang tidak diinginkan," kata Digital & Growth Consultant Jonathan End dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 Mei 2021.

    Tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kestabilan keuangan pribadi, THR pun dapat menjadi sarana untuk melakukan hal-hal lain yang bermanfaat bagi orang sekitar.

    Mengutip pernyataan salah satu anggota Allianz Life Syariah Circle, Rendhy Santoso, asuransi syariah bisa dijadikan andalan karena seperti menanam pohon.

    "Kita bisa menikmati buahnya, sekaligus berbagi dengan sesama. Jadi, ketika seorang peserta asuransi syariah membayar uang kontribusi, maka orang tersebut secara otomatis ikut menolong sesama peserta lain yang tertimpa sakit, atau membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan apabila meninggal dunia," jelasnya.

    Konsep asuransi syariah memiliki beberapa perbedaan signifikan apabila dibandingkan dengan asuransi konvensional. Asuransi syariah menganut prinsip dasar usaha saling tolong-menolong (ta'awuni) dan melindungi (takafuli) di antara para peserta, melalui pembentukan kumpulan dana (tabarru') yang dikelola sesuai prinsip syariah guna mengantisipasi risiko-risiko tertentu.

    "Salah satu keunikan asuransi syariah adalah tentang niat berasuransi yang tidak hanya melindungi diri dan keluarga dari risiko kehidupan, tapi apabila risiko tidak terjadi, dana yang diiurkan bisa dipakai untuk menyantuni peserta lain. Hal ini sangat erat dengan nilai kebersamaan dan saling tolong menolong yang tinggi di masyarakat Indonesia," kata Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id