Sepekan, Rupiah Sukses Redam 'Amukan' Dolar AS

    Angga Bratadharma - 04 April 2020 08:02 WIB
    Sepekan, Rupiah Sukses Redam 'Amukan' Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam sepekan ini terpantau tidak menguat atau melemah cukup tajam seiring upaya pemerintah yang meluncurkan sejumlah stimulus guna memerangi covid-19. Di sepanjang pekan ini, rupiah mulai bisa tenang dan mampu meredam 'amukan' mata uang Paman Sam.

    Mengutip data Bloomberg, Sabtu, 4 April 2020, nilai tukar rupiah pada awal pekan atau Senin, 30 Maret 2020, berada di level Rp16.338 per USD. Kemudian pada Selasa, 31 Maret 2020, mata uang Garuda sempat menggilas dolar AS dengan berada di level Rp16.310 per USD.

    Namun pada Rabu, 1 April 2020, nilai tukar rupiah dihantam mata uang Paman Sam dan berada di level Rp16.450 per USD. Lalu pada Kamis, 2 April 2020, nilai tukar rupiah kembali terperosok dan berada di posisi Rp16.495 per USD. Kemudian pada akhir pekan atau Jumat, 3 April 2020, nilai tukar rupiah harus rela tertekan lagi dan berakhir di posisi Rp16.505 per USD.

    Sementara itu, dolar Amerika Serikat menguat terhadap mata uang utama lainnya untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor berlindung dalam mata uang AS di tengah memburuknya kejatuhan ekonomi akibat wabah virus korona.

    Pada Sabtu, 4 April 2020, dalam perdagangan sore, indeks dolar AS naik 0,4 persen pada 100,61. Indeks mencatat kenaikan 2,3 persen pada minggu ini, setelah bergerak maju-mundur bulan lalu dari tertinggi ketika terjadi perebutan uang sebelum merosot karena Federal Reserve (Fed) AS membanjiri pasar dengan likuiditas.

    Euro melemah 0,4 persen terhadap dolar pada 1,0810 dolar, dengan kerugian mingguan 2,9 persen. Keragu-raguan di antara pemerintah zona euro tentang paket penyelamatan untuk ekonomi kawasan yang tertatih-tatih telah melemahkan euro dalam beberapa hari terakhir.

    Yen Jepang, franc Swiss, sterling, dan juga dolar Australia dan Selandia Baru semua melemah karena dolar menguat secara menyeluruh. Dolar terakhir naik 0,5 persen pada 108,42 yen.

    Dalam pekan yang berakhir 28 Maret, klaim pengangguran awal AS mencapai 6.648.000, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan Kamis waktu setempat. Angka tersebut dengan mudah melampaui 3,3 juta klaim pengangguran awal yang diumumkan seminggu sebelumnya, yang pada saat itu merupakan jumlah terbesar yang pernah tercatat.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id