2020, Phapros Bidik Laba Tumbuh di Atas 10%

    Angga Bratadharma - 28 Juli 2020 17:03 WIB
    2020, Phapros Bidik Laba Tumbuh di Atas 10%
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: PT Phapros Tbk, anak usaha PT Kimia Farma Tbk, menargetkan pendapatan dan laba mampu tumbuh di atas 10 persen di sepanjang 2020, meski ada tantangan berat berupa pandemi covid-19. Sebagai perbandingan, pada 2019, Phapros mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp1,02 triliun dan laba kotor sebesar Rp609,4 miliar.

    Direktur Keuangan Phapros Heru Marsono menjelaskan target jangka pendek yang dikejar Pharpos adalah mencetak laba dan pendapatan yang positif. Adapun langkah yang dilakukan di antaranya efisiensi dan melakukan strategi pemilihan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

    "Kita menargetkan rata-rata di atas 10 persen untuk target laba dan revenue (di 2020). Target jangka pendek kita adalah pencapaian target laba dan revenue. Kita sudah melakukan berbagai strategi termasuk efisiensi (untuk mencapai target laba dan revenue)," kata Heru, dalam Public Expose PT Phapros Tbk 2020, di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

    Sedangkan terkait belanja modal atau capital expendicture (capex) di tahun ini, Heru mengungkapkan yang dialokasikan Phapros berada di bawah Rp50 miliar. Penggunaannya yakni untuk peningkatan kapasitas produksi di beberapa lini dan peningkatan teknologi dengan harapan bisa lebih efisien. Kesemuanya diharapkan bisa mendongkrak kinerja bisnis Phapros di tahun-tahun berikutnya.

    "Masalah capex di 2020 di bawah Rp50 miliar. Tidak besar karena pada 2017 sampai 2019 kita sudah mengeluarkan cukup besar untuk pengembangan bisnis," ucapnya.

    Di sisi lain, Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko mengatakan pandemi covid-19 telah memberikan hantaman cukup keras bagi industri farmasi termasuk Phapros. Kondisi ini tentu dilematis mengingat awalnya diperkirakan industri farmasi tidak terlalu terpengaruh oleh pandemi covid-19. Namun nyatanya, virus mematikan itu memperlambat laju bisnis industri farmasi.

    "Industri farmasi termasuk industri yang cukup terdampak. Kenapa? Karena beberapa produk farmasi itu digunakan untuk rumah sakit. Sedangkan kita lihat beberapa rumah sakit sekarang banyak kekosongan dari tingkat keterisian pasien. Banyak pasien tidak berani ke rumah sakit (karena pandemi covid-19) maka konsumsi obatnya kecil," ucap Hadi.

    Apalagi, masih kata Hadi, beberapa daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat covid-19. Kondisi itu membuat produk Phapros yang menjadi andalan terdampak terutama produk yang berkaitan dengan transportasi seperti antimo. "Dengan beberapa daerah menerapkan PSBB maka beberapa produk kita yang menjadi backbone terdampak cukup berat," ucapnya.

    Direktur Pemasaran Phapros Chairani Harahap tidak menampik pandemi covid-19 telah memukul kinerja bisnis, terutama dari sisi penjualan produk yang biasanya berkontribusi besar. Namun, ia menjelaskan, justru kondisi itu memicu adanya perubahan portofolio. Pasalnya, produk yang biasanya berkontribusi besar kini justru kinerjanya tidak maksimal.

    "Produk yang kontributor utama berkurang tapi yang tadinya tidak terlalu berkontribusi dengan baik malah naik. Ada produk yang naiknya 30 kali dibandingkan dengan tahun lalu sampai sekarang ini terkait permintaan pasarnya," ucap Chairani.

    Hadi menegaskan pihaknya terus berupaya agar Phapros bisa menyesuaikan kondisi di tengah pandemi covid-19. Dirinya tidak memungkiri kinerja Phapros terkoreksi cukup dalam di kuartal I-2020 dan cukup sulit untuk tumbuh tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, dirinya optimisits di semester II Phapros bisa mengejar minimal bottom line yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

    "Semester II optimistis kita akan berupaya mengejar. Yang kita utamakan adalah bagaimana mengejar bottom line. Kita upayakan bottom line kita penuhi walapun kita lihat semua industri berkontraksi banget. Artinya, upaya yang kita lakukan adalah bagaimana tetap mengamankan bottom line dengan usaha melakukan sesuatu yang tadi sudah disampaikan yaitu efisiensi yang bisa kita lakukan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id