Restrukturisasi Kredit Industri Perbankan Capai Rp740,79 Triliun

    Husen Miftahudin - 08 Juli 2020 22:42 WIB
    Restrukturisasi Kredit Industri Perbankan Capai Rp740,79 Triliun
    Foto: AFP.
    Jakarta: Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengatakan dengan adanya program restrukturisasi (keringanan) kredit membuat lembaga jasa keuangan tidak perlu membentuk pencadangan. Ini karena kredit yang direstrukturisasi langsung dihitung sebagai kredit lancar.

    Anto melaporkan selama tiga bulan hingga 30 Juni 2020, OJK memperhitungkan nilai pencadangan yang tidak harus dibentuk oleh lembaga jasa keuangan seperti perbankan dan perusahaan pembiayaan mencapai Rp103 triliun.

    "Ini sebagai bagian dari upaya untuk tetap menjaga kestabilan sistem keuangan dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19," ujar Anto dalam tayangan telekonferensi, Rabu, 8 Juli 2020.

    Anto menjabarkan nilai restrukturisasi kredit yang sudah dilakukan industri perbankan hingga 29 Juni 2020 mencapai sebanyak Rp740,79 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 6,56 juta nasabah yang terdampak pandemi covid-19.

    Dari jumlah itu, sebanyak Rp317,29 triliun di antaranya diberikan kepada 5,29 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,27 juta debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp423,5 triliun.

    OJK melihat terdapat 102 bank yang berpotensi mengimplementasikan restrukturisasi kredit kepada 15,12 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp1.373,67 triliun. Potensi tersebut terdiri dari 12,65 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp555,17 triliun. Sedangkan debitur non-UMKM sebanyak 2,47 juta orang dengan baki debet mencapai Rp818,5 triliun.

    "Dibandingkan data realisasi restrukturisasi kredit UMKM minggu lalu 22 Juni 2020, terdapat peningkatan 101.578 debitur (1,96 persen) dari 5,18 juta debitur menjadi 5,28 juta debitur dengan nominal realisasi meningkat Rp9,46 triliun (3,08 persen) dari Rp307,82 triliun menjadi Rp317,29 triliun," urai Anto.

    Adapun realisasi restrukturisasi UMKM terbanyak terjadi di wilayah Jawa Timur yang mencapai 865.499 debitur dengan total baki debet Rp46,82 triliun. Dari jumlah debitur, realisasi terbanyak terjadi di wilayah Jawa Barat yang mencapai 1,48 juta debitur dengan total baki debet Rp98,95 triliun yang terdiri dari 1,2 juta debitur UMKM (Rp42,71 triliun) dan 287.159 debitur non-UMKM (Rp56,23 triliun).

    "Sementara berdasarkan sektor ekonomi, realisasi restrukturisasi UMKM terbanyak terjadi pada sektor perdagangan dan eceran yang mencapai 3,46 juta debitur dengan total baki debet Rp182,82 triliun," ungkapnya.

    Regulator juga mencatat restrukturisasi pinjaman yang telah dilakukan perusahaan pembiayaan per 30 Juni 2020 mencapai sebanyak 3,74 juta kontrak dengan total outstanding senilai Rp133,84 triliun.

    Berdasarkan data dari 183 perusahaan pembiayaan, sebanyak 4,41 juta kontrak mengajukan permohonan restrukturisasi. Artinya, sebanyak 451.655 kontrak restrukturisasi masih dalam proses persetujuan.

    "Di dalam perkembangannya, realisasi restrukturisasi kredit secara mingguan atau week to week ini mengalami penurunan. Jadi peak-nya (posisi puncak restrukturisasi) itu berada di April dan Mei secara debitur," ungkap dia.

    Menurut Anto, dengan mulai dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah, maka pergerakan aktivitas bisnis dan sektor ekonomi mengurangi permintaan terhadap restrukturisasi.

    "Meskipun kegiatan ekonomi sudah dibuka, namun demikian tetap kami mengharapkan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkas Anto.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id