Nasabah Dukung Wacana Restrukturisasi Jiwasraya

    Eko Nordiansyah - 08 Juli 2020 19:37 WIB
    Nasabah Dukung Wacana Restrukturisasi Jiwasraya
    PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Rencana pemerintah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendapat respons positif dari para nasabah. Tak sedikit nasabah yang mendukung wacana pemerintah, dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan negosiasi ulang terhadap polis yang dimiliki nasabah.

    "Ketimbang polis Kami menggantung kan? Saya kira penyelesaian kasus Jiwasraya sudah mulai terang dengan adanya rencana PMN dan Nusantara Life," kata salah seorang nasabah Jiwasraya Agung Setiawan, di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

    Dalam rapat bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR sebelumnya, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjaatmadja mengatakan pemerintah sedang menyiapkan perusahaan baru bernama Nusantara Life. Nantinya perusahaan ini akan menggantikan posisi dan kewajiban yang dimiliki Jiwasraya.

    Sejalan dengan itu, pada Agustus 2020 pemerintah dan manajemen Jiwasraya pun akan melakukan negosiasi dengan nasabah terkait kewajiban pembayaran klaim yang selama ini tertunda karena perseroan tengah didera utang klaim sebesar Rp18 triliun. Besaran utang tersebut terjadi akibat adanya dugaan mismanajemen dan praktik korupsi yang dilakukan oleh manajemen lama, yang mana kasusnya saat ini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Masih menyoal upaya restrukturisasi besar-besaran Jiwasraya, pemerintah bersama jajaran DPR juga tengah membahas adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp20 triliun yang nantinya diberikan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang diketahui menjadi induk usaha dari BUMN di sektor keuangan.

    Berangkat dari sederet rencana yang disiapkan, Agung bilang, dirinya pun mendukung sejumlah skenario restrukturisasi Jiwasraya yang akan dilakukan pemerintah.

    "Sekarang tinggal bagaimana kita mengawal restrukturisasi agar ke depannya hak-hak nasabah bisa kembali atau minimal ada kepastian," ungkap Agung.

    Upaya penyelamatan Jiwasraya telah dilakukan sejak tahun lalu. Hal ini seiring pembayaran klaim Rp 480 miliar yang direalisasikan beberapa waktu lalu. Selain itu, divestasi 70 persen saham Jiwasraya Putra yang dilakukan manajemen baru Jiwasraya kepada PT Taspen (Persero) sebesar Rp2,6 triliun yang dilakukan untuk mendukung upaya restrukturisasi Jiwasraya.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id