Indonesia Harus Kejar Indeks Inklusi Fintech ASEAN

    Antara - 01 Juli 2021 19:20 WIB
    Indonesia Harus Kejar Indeks Inklusi <i>Fintech</i> ASEAN
    Fintech. Foto : Mi/Arya Manggala.



    Batam: Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menyatakan Indonesia harus mengejar indeks inklusi fintech negara-negara ASEAN.

    Berdasarkan catatannya, indeks inklusi keuangan Indonesia termasuk yang terendah di antara negara ASEAN. Pada 2019 indeks inklusi keuangan di Indonesia tercatat sebesar 76 persen. Sementara negara ASEAN seperti Singapura sudah mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen.

     



    "Sekitar 80 persen industri digital Indonesia termasuk di sektor fintech lebih banyak berkembang di Jawa dan Sumatra. Padahal potensi ekonomi digital termasuk industri fintech di Indonesia masih sangat besar, termasuk di wilayah timur Indonesia," kata Dubes Suryopratomo, dikutip dari Antara, Kamis, 1 Juli 2021.

    Menurut Dubes, membangun infrastruktur untuk menunjang industri fintech di Indonesia tidak mudah. Sebagai negara kepulauan yang luas, maka dibutuhkan investasi yang besar untuk mendirikan sarana dan prasarana tersebut. Selain itu tingkat literasi keuangan digital Indonesia juga masih rendah, hanya 35,5 persen.

    Padahal Indonesia memiliki jumlah pengguna ponsel terbesar kedua dunia. Namun, hanya sedikit yang menggunakannya untuk tujuan produktif. Bahkan hanya 31,26 persen orang yang telah menggunakan layanan digital dan delapan persen akrab dengan e-money (uang elektronik).

    Sepanjang 2020 transaksi yang dilakukan secara daring diperkirakan mencapai Rp201 triliun. Sedangkan penyaluran pendanaan melalui perusahaan fintech menyentuh Rp155,9 triliun, naik hingga lebih dari 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Dalam webinar yang diikuti lebih dari 140 peserta dari kalangan industri fintech Singapura dan Indonesia, Dubes Suryopratomo menyampaikan harapan agar perusahaan-perusahaan fintech ikut mendorong literasi masyarakat Indonesia.

    Perusahaan fintech juga diharapkan membantu pelaku bisnis, terutama UMKM, untuk berintegrasi ke jaringan ekonomi digital.

    Pada kesempatan yang sama Kepala Eksekutif Group Inovasi Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Triyono Gani memaparkan landscape perkembangan fintech di Indonesia dan kerangka peraturan atau perizinan bagi perusahaan fintech di Indonesia.

    Monetary Authority of Singapore Yong Sheng Le menjelaskan ekosistem pengembangan industri fintech di Singapura dan sejumlah dukungan teknis, serta pendanaan dari pemerintah Singapura untuk pengembangan startup di sektor fintech Singapura.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id