comscore

Reksa Dana Jadi Pilihan Investasi saat Pandemi Covid-19

Angga Bratadharma - 20 Oktober 2021 10:07 WIB
Reksa Dana Jadi Pilihan Investasi saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Pandemi covid-19 telah membuat perubahan terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari termasuk meningkatnya minat berinvestasi. Peningkatan kesadaran tersebut tentu diharapkan berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan imbasnya terhadap perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Salah satu instrumen investasi yang dipilih masyarakat saat berinvestasi adalah reksa dana. Tak ditampik, reksa dana merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko tidak terlalu tinggi dan memberikan imbal hasil cukup menggiurkan terutama di saat pandemi covid-19 belum kunjung usai.

 



"Insight Investments Management  mengucapkan terima kasih kepada para Investor yang telah berinvestasi melalui produk reksa dana Insight Money (I-Money) dan Insight Money Syariah (I-Money Syariah)," kata Direktur Insight Investments Management Ria Meristika Warganda, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Oktober 2021.

Pernyataan Ria bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia mengatakan, keputusan investor untuk berinvestasi secara tidak langsung mendukung pembangunan di Indonesia. "Karena secara tidak langsung Insight bersama para investor telah berkontribusi dalam mendorong berbagai aktivitas dan program untuk membangun Indonesia yang lebih sehat sejak dini," kata Ria.

Di sisi lain, Insight Investments Management berkolaborasi dengan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), Yayasan Talasemia Indonesia (YTI), dan didukung penuh organisasi profesi Perhimpunan Subspesialis Radiologi Anak Indonesia (PSRAI), menggelar program deteksi dini pada lutut penyandang talasemia, khususnya menyasar anak-anak penyandang Talasemia.

Talasemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua, dan membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Keluhan yang dirasakan penderita Talasemia adalah cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas.

Melalui acara ini, para penyelenggara berharap agar upaya deteksi bagi penyandang Talasemia dapat dilakukan sedini mungkin, untuk mencegah resiko kecacatan akibat komplikasi penyakit tersebut. Selain itu, diharapkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak dini terkait penyakit Talasemia juga meningkat.

"Insight Investments Management bersama dengan YIIM dan YTI menekankan sangat pentingnya dukungan keluarga dan akses layanan kesehatan bagi pasien untuk dapat hidup berdamai dengan penyakit Talasemia. kata Head of Investment Specialist Suluh Tripambudi Rahardjo, yang juga sekaligus sebagai koordinator Tim CSR PT Insight Investments Management.

Ketua YIIM Chrisbiantoro berharap dengan adanya program deteksi dini pada lutut penyandang talasemia ini sosialisasi dan edukasi terkait Talasemia akan semakin gencar, sehingga masyarakat juga semakin paham dan sadar tentang Talasemia. Apalagi Indonesia termasuk negara dengan prevalensi Talasemia mencapai sekitar 3,8 persen dari seluruh populasi.

"Diharapkan agar selanjutnya kita tak lagi hanya mengedepankan pengobatan, namun harus memprioritaskan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Talasemia, melalui edukasi dan kampanye pencegahan di lingkup sekolah," pungkas Ketua Yayasan Talasemia Indonesia Ruswandi.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id