Tingkatkan Perlindungan Investor, BEI Terapkan Daftar Efek Pemantauan Khusus

    Ade Hapsari Lestarini - 21 Juli 2021 16:44 WIB
    Tingkatkan Perlindungan Investor, BEI Terapkan Daftar Efek Pemantauan Khusus
    Foto: Medcom.id/Desi Angriani.



    Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan perlindungan investor dengan menerapkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas yang Diperdagangkan dalam Pemantauan Khusus.

    "Kebijakan ini betul-betul kita lakukan untuk meningkatkan perlindungan bagi para investor kita, dalam berinvestasi saham di BEI," ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi, dikutip Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Hasan mengungkapkan, penerapan kebijakan tersebut telah diatur dalam Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus yang telah diberlakukan sejak Jumat 16 Juli 2021.

    "Pada penerapan awal di Juli 2021 ini, terdapat tujuh dari 11 kriteria yang akan digunakan untuk menyeleksi saham yang masuk dalam Daftar Efek Bersifat Ekuitas Pemantauan Khusus, sesuai dengan Peraturan Nomor II-S tersebut," ungkapnya.

    Menurut Hasan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi bursa terhadap informasi mengenai kondisi fundamental dan juga kondisi likuiditas perusahaan tercatat.

    "Penerapan ini juga akan memberikan perlindungan lebih kepada investor. Di samping terus upaya kami untuk menjaga agar perdagangan efeknya dapat dilakukan secara teratur, wajar, dan efisien," ucapnya.

    Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menambahkan, kriteria pertama yaitu laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat atau opini disclaimer. Kemudian yang kedua, tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan jika dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

    "Ketiga, untuk perusahaan minerba atau merupakan induk perusahaan yang memiliki Perusahaan Terkendali yang bergerak di bidang minerba namun belum sampai tahapan penjualan, pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama,” imbuhnya.

    Kriteria keempat yaitu perusahaan dalam kondisi dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau dimohonkan pailit. Kelima, lanjutnya, memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi Perusahaan Tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU atau dimohonkan pailit.

    "Keenam, dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari satu hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Ketujuh, kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah dari OJK," tambahnya.

    Selain itu, ujar Yulianto, sebagai informasi kepada investor dan stakeholders lainnya, saham yang masuk ke dalam Daftar Efek dalam Pemantauan Khusus saat ini, akan disematkan notasi khusus "X".

    "Informasi detail mengenai ini dapat dilihat di website www.idx.co.id, klik Peraturan, lalu pilih Peraturan Perdagangan dengan perihal Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id