Jurus Jokowi Bikin RI Jadi Kiblat Dunia Ekonomi Syariah

    Husen Miftahudin - 28 Oktober 2020 19:46 WIB
    Jurus Jokowi Bikin RI Jadi Kiblat Dunia Ekonomi Syariah
    Presiden Joko Widodo/Foto: Medcom.id.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Dengan potensi yang besar karena memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Jokowi ingin Indonesia jadi kiblat ekonomi syariah.

    "Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus menangkap peluang ini. Sekali lagi, harus menangkap peluang ini dengan mendorong akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global," tegas Jokowi dalam Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 7th secara virtual di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Presiden punya sederet jurus untuk mewujudkan mimpi tersebut. Salah satunya dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pembentukan KNEKS pada awal 2020 dinilai lebih komprehensif, karena mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah secara menyeluruh.

    "Pemerintah telah memiliki KNEKS untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chain, penguatan keuangan Islam, penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan penguatan ekonomi digital," ungkap Jokowi.

    Selain itu, Kepala Negara juga membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia dengan melebur semua aset bank syariah milik negara. Tujuannya, untuk melahirkan bank syariah raksasa terbesar yang ada di Indonesia.

    "Total aset tiga bank BUMN yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah sampai semester pertama 2020 adalah Rp214 triliun. Sebuah angka yang besar," ucap dia.

    Selanjutnya, pemerintah juga terus mengembangakan Bank Wakaf Mikro (BWM) di berbagai tempat, bekerja sama dengan pondok pesantren hingga organisasi-organisasi keagamaan. Dengan upaya tersebut, Jokowi berharap industri keuangan syariah ke depannya dapat menjadi instrumen keuangan alternatif untuk memajukan ekonomi rakyat.

    Di sisi lain pemerintah juga melakukan pengembangan ekonomi syariah berbasis sektor riil, padat karya, dan industri halal. Pengembangan ini karena potensinya yang besar dalam memperluas penyerapan tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru.

    "Negara kita punya produk halal unggulan, produk makanan, kosmetik, juga fesyen. Untuk fesyen kita bahkan punya cita-cita menjadi pusat fesyen muslim terbesar dunia," harap Jokowi.

    Namun demikian, akunya, potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam industri halal ini belum dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, upaya pengembangan yang integratif dan komprehensif perlu dilakukan. Ekosistem industrinya perlu dibenahi, regulasinya harus sederhana dan efisien, sumber daya manusianya juga harus dipersiapkan dengan baik.

    "Terakhir, Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk Islam terbesar di dunia, saya harapkan bisa mewujudkan Indonesia sebagai center of excellence (pusat keunggulan), hub ekonomi (pusat ekonomi) syariah di tingkat global," pungkas Jokowi.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id