DBS Indonesia Genjot Kredit Korporasi di Tengah Pandemi

    Angga Bratadharma - 08 Oktober 2020 17:47 WIB
    DBS Indonesia Genjot Kredit Korporasi di Tengah Pandemi
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Jakarta: PT Bank DBS Indonesia mengaku terus secara agresif mendorong pertumbuhan bisnis termasuk di segmen kredit korporasi. Adapun potensi bisnis di kredit korporasi masih terbuka cukup lebar meski pandemi covid-19 menerjang dan memberikan tekanan cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

    Corporate Banking Director PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie membenarkan DBS Indonesia terus konsisten menumbuhkan kredit korporasi meski kondisi pandemi covid-19 memberikan tekanan. Akan tetapi, Kunardy tidak menampik, pertumbuhan penyaluran kredit korporasi tidak akan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

    "Dengan kondisi seperti ini kita akan tetap tumbuh (untuk kredit korporasi). Jadi kita tidak menunggu pertumbuhan terjadi di second half tahun depan (ketika vaksin covid-19 didistribusikan). Dari segi digitalisasi korporasi kita tetap tumbuhkan sekarang ini karena dibutuhkan nasabah," kata Kunadry, dalam sebuah konferensi pers virtual, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Ia menambahkan pemulihan makroekonomi akan terjadi di tahun depan terutama di semester II-2021 yang imbas positifnya terhadap bisnis perbankan. Namun hal itu dengan catatan bahwa vaksin covid-19 didistribusikan kepada masyarakat di kuartal I-2021 dan cara kerja vaksin memang optimal.

    "Second half di tahun depan itu yang saya maksudkan pemulihannya dari segi makroekonomi dengan asumsi vaksin didistribusikan pada paruh pertama 2021," tuturnya.

    Jika vaksin benar-benar terdistribusi di akhir tahun ini atau di awal tahun depan, ia meramal, pemulihan pada kuartal I-2021 sudah membaik tapi tidak terlalu cepat seperti di level sebelum pandemi covid-19. Adapun pemulihan ekonomi mulai terlihat lebih cepat di semester II-2020.

    "Ekonomi sudah mulai naik kembali itu paling cepat di semester II di tahun depan, dengan asumsi vaksin didistribusikan dan masyarakat sudah menerima vaksin dan terbukti bahwa vaksin itu bekerja. Tapi sebelum ada itu, masyarakat Indonesia harus tetap menjaga protokol kesehatan," tegasnya.

    Lebih lanjut, ia tak menampik, pandemi covid-19 telah memberikan tekanan terhadap penyaluran kredit di DBS Indonesia, termasuk di kredit korporasi. Bahkan, Kunardy memperkirakan terjadi penurunan pertumbuhan penyaluran kredit korporasi di kisaran 3-5 persen pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    "Kalau ditanya tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu kita ada sedikit penurunan sekitar 3-5 persen karena pertama ada pandemi. Kedua, nasabah melakukan penundaan ekspansi. Untuk kredit korporasi memang ada sedikit penurunan tapi saya rasa itu wajar karena industri perbankan di masa ini banyak juga yang turun karena masalah risiko dari pinjaman," ucapnya.

    Kendati demikian, ia meyakini kondisi ekonomi akan membaik sesudah vaksin covid-19 terdistribusi secara maksimal kepada masyarakat. Perbaikan ekonomi harapannya mengangkat kinerja penyaluran kredit perbankan di Indonesia, termasuk DBS Indonesia.

    "Kita tetap optimistis bahwa ekonomi akan membaik dan permintaan dari kredit oleh nasabah akan meningkat kembali," urainya.

    Sementara untuk menopang bisnis di tahun yang penuh tantangan ini, Bank DBS Indonesia telah menyiapkan beberap strategi yakni mengembangkan partner ekosistem dan konektivitas dengan memanfaatkan hubungan bisnis yang sudah dijalin dengan nasabah-nasabah korporasi.

    Dengan ini, Bank DBS Indonesia dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada nasabah dan membantu nasabah meningkatkan skala bisnisnya. Salah satunya melalui efektivitas dalam supplier payment system, distributor financing, dan lainnya.

    Selanjutnya meningkatkan penjualan cash management, terutama DBS RAPID sebagai platform digital yang menyediakan berbagai skema dan dapat memenuhi kebutuhan spesifik dari nasabah. Bank DBS Indonesia juga melakukan pendekatan terhadap nasabah korporasi yang bergerak di bidang e-commerce dan financial technologies.

    Untuk diketahui, DBS juga siap meluncurkan layanan digital corporate banking melalui DBS Rapid dan DBS Ideal (Real Time Application Programming Interface oleh DBS). Layanan ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi korporasi mulai dari cash management, trade finance, pembelian valuta asing, maupun treasury service hanya lewat tombol digital token. 

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id