BNI Tawarkan KUR Super Mikro kepada 13.525 Alumni Kartu Prakerja

    Antara - 09 April 2021 08:15 WIB
    BNI Tawarkan KUR Super Mikro kepada 13.525 Alumni Kartu Prakerja
    Ilustrasi. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN



    Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI telah menawarkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro kepada 13.525 alumni Kartu Prakerja. KUR tersebut diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan terutama di tengah pandemi covid-19.

    "Per tadi pagi hingga pukul 12.00 WIB WIB ada 13 ribuan yang telah lulus dan tersentuh jaringan digitalisasi kami mendapatkan WhatsApp blast,” kata GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, saat Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja melalui Pembiayaan KUR, di Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat, 9 April 2021.






    Selain itu, lanjut dia, sebanyak 777 calon debitur juga telah mengajukan kredit. Ia menjelaskan proses pengajuan KUR super mikro cukup mudah hanya dengan menekan link yang ada pada WhatsApp blast dan mengisi e-form KUR digital.

    “Cukup mengisi tiga pertanyaan yaitu nomor handphone, bidang usaha, dan omzet. Kemudian petugas BNI akan melakukan follow up,” ujarnya.

    Sedangkan bagi para alumni kartu prakerja yang belum mendapatkan pemberitahuan pengajuan KUR super mikro disarankan untuk mengunjungi cabang BNI terdekat untuk melengkapi data.

    BNI sebagai mitra pemerintah telah mengunduh data alumni Kartu Prakerja dari Kementerian Koordinator Perekonomian pada 25 Maret lalu dan pada 5 April lalu data-data para alumni mulai disebarkan kepada daerah.

    BNI mencatat dari 5,9 juta peserta Kartu Prakerja, sebanyak 387 ribu di antaranya berminat menjadi wirausaha, dan sebanyak 70 persen penerima menggunakan insentif untuk modal usaha. Kebijakan KUR super mikro diatur dalam Permenko Nomor 15 tahun 2020 dengan sasaran penerima pekerja terkena PHK atau ibu rumah tangga yang melakukan usaha.

    Batasan maksimum kredit yang diberikan sebesar Rp10 juta dengan suku bunga yang disubsidi menjadi tiga persen hingga Juni 2021 dengan tanpa batasan total akumulasi plafon KUR.

    Kredit super mikro ini juga tidak membutuhkan agunan dan lama usaha tidak dibatasi minimal enam bulan seperti kredit makro melainkan hanya disyaratkan telah mengikuti Program Pelatihan Kartu Prakerja. Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembiayaan KUR super mikro sebanyak 16,5 persen dari total KUR atau mencapai Rp41,8 triliun.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id