Rupiah Pagi Takluk terhadap Dolar AS

    Angga Bratadharma - 09 April 2021 09:30 WIB
    Rupiah Pagi Takluk terhadap Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terpantau melemah ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.535 per USD. Mata uang Garuda gagal menguat, padahal mata uang Paman Sam tengah tertekan usai imbal hasil obligasi Pemerintah AS turun.

    Mengutip Bloomberg, Jumat, 9 April 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.547 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.540 hingga Rp14.547 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.362 per USD.






    Sementara itu, dolar AS tergelincir ke level terendah dua minggu terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mengikuti penurunan imbal hasil obligasi pemerintah. Hal itu terjadi setelah data menunjukkan kenaikan mengejutkan dalam klaim pengangguran mingguan AS.

    Sementara kenaikan klaim pengangguran kemungkinan mengesampingkan kondisi pasar tenaga kerja yang membaik dengan cepat karena lebih banyak bagian dari ekonomi AS yang dibuka kembali dan stimulus fiskal masuk. Hal itu cukup buruk untuk merobohkan greenback.

    Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, melemah 0,35 persen menjadi 92,091, terendah sejak 23 Maret.

    Data Kamis, 8 April, mengikuti rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve Maret di sesi sebelumnya, yang menunjukkan para pejabat Fed tetap berhati-hati tentang risiko pandemi -bahkan ketika pemulihan AS mengumpulkan tenaga di tengah stimulus besar-besaran- dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan moneter.

    "Dengan pasar kerja bergerak ke arah yang salah, itu menggarisbawahi risalah Fed minggu ini yang menekankan bagaimana ekonomi jauh dari apa yang dianggap Fed sehat," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, dalam sebuah catatan.

    "Data itu memperkuat sikap dovish Fed kemungkinan akan mempertahankan imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar melemah," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id