Reformasi Sistem Pembayaran, BI Apresiasi Dukungan Pelaku Industri

    Husen Miftahudin - 15 Januari 2021 19:34 WIB
    Reformasi Sistem Pembayaran, BI Apresiasi Dukungan Pelaku Industri
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak A



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengapresiasi dukungan pelaku industri sistem pembayaran dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) terhadap implementasi berbagai inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang bergulir sejak pertengahan 2019. Termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

    "Langkah selanjutnya, BI menekankan pentingnya dukungan industri terhadap reformasi pengaturan yang telah ditempuh melalui pengundangan PBI Sistem Pembayaran (PBI Nomor 22/23/PBI/2020) pada 30 Desember 2020 lalu, sebagai landasan hukum yang kuat untuk mengimplementasikan seluruh inisiatif BSPI 2025 guna menata kembali industri sistem pembayaran," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam kegiatan sosialisasi PBI Sistem Pembayaran seperti dikutip dari siaran pers, Jumat, 15 Januari 2021.






    Lebih lanjut Perry menyampaikan bahwa Bank Indonesia akan mendorong kebijakan sistem pembayaran yang diarahkan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui sinergi erat dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan industri.

    "Reformasi pengaturan sistem pembayaran yang dilakukan oleh Bank Indonesia merupakan upaya untuk mencari titik keseimbangan antara optimalisasi inovasi dengan memelihara stabilitas dan kepentingan nasional. Upaya dimaksud dilakukan dengan menata kembali struktur industri dan memayungi ekosistem pembayaran secara end to end sebagaimana diamanatkan dalam BSPI 2025," papar Perry.

    Reformasi pengaturan sistem pembayaran dilatarbelakangi tiga hal, yaitu karena semakin meningkatnya kompleksitas kegiatan dan model bisnis, pengaturan saat ini yang relatif kompleks dan rigid, serta transformasi pengaturan global dalam merespon digitalisasi.

    Reformasi pengaturan sistem pembayaran ini diharapkan dapat mengakomodasi perkembangan ekonomi dan keuangan digital, menyederhanakan pengaturan, dan menata kembali struktur industri sistem pembayaran.

    "Ke depan, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran BI akan terus diarahkan untuk mengakselerasi dan mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional," tegas Perry.

    Kebijakan sistem pembayaran dalam mendorong ekonomi dan keuangan digital dan memperkuat kelancaran operasional sistem pembayaran telah ditempuh melalui berbagai kebijakan, di antaranya memastikan infrastruktur dan operasional sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah berjalan secara penuh.

    Lalu, mendorong transaksi nontunai dan digitalisasi layanan keuangan melalui penyesuaian biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), perluasan akseptasi QR Code Indonesian Standard (QRIS),penyaluran bantuan sosial secara nontunai, serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui implementasi BSPI 2025.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id