Waspada, Pertumbuhan Kredit Bakal Minus Imbas Kebijakan PSBB Total

    Husen Miftahudin - 10 September 2020 13:30 WIB
    Waspada, Pertumbuhan Kredit Bakal Minus Imbas Kebijakan PSBB Total
    Ilustrasi kredit perbankan - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperketat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah meluasnya penyebaran pandemi covid-19. Sayangnya kebijakan ini juga bakal berdampak negatif terhadap aktivitas bisnis industri perbankan nasional.
     
    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai dampak negatif penerapan PSBB secara total di Provinsi DKI Jakarta akan berimbas terhadap pertumbuhan kredit perbankan. Tren penyaluran kredit diperkirakan negatif sampai akhir tahun.

    Bhima mengungkapkan berdasarkan laporan data uang beredar Bank Indonesia (BI) pada Juli 2020 menunjukkan penyaluran kredit perbankan hanya tumbuh satu persen. Ini pun terjadi saat pelonggaran PSBB diberlakukan.

    "Jika PSBB diberlakukan dengan lebih ketat, maka akan menyebabkan kontraksi kredit. Khususnya kredit modal kerja dan kredit konsumsi," ujar Bhima kepada Medcom.id, Kamis, 10 September 2020.
     
    Menurutnya, pemberlakuan PSBB secara total bakal menyebabkan risiko gagal bayar debitur semakin meningkat. Khususnya di sektor ritel, transportasi, perhotelan, dan restoran.

    "Ini membuat bank berjaga-jaga dengan rem penyaluran kredit. Likuiditas bank BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) III dan IV justru akan berlimpah karena deposan kakap akan mengalihkan dananya ke bank yang modalnya lebih besar," papar dia.

    Kelompok BUKU I merupakan bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, kelompok BUKU II adalah bank dengan modal inti antara Rp1 triliun hingga Rp5 triliun. Sedangkan kelompok BUKU III merupakan bank dengan modal inti antara Rp5 triliun hingga Rp30 triliun, dan kelompok BUKU IV adalah bank dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun.

    Di sisi lain, kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan ini justru merugikan bank-bank kecil. Hal ini karena mereka bakal kehilangan deposan kelas kakap.

    "Secara keseluruhan pertumbuhan kredit perbankan nasional hingga akhir tahun ini diperkirakan akan negatif, di bawah minus satu persen," pungkas Bhima.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id