Perkuat Modal UMKM, Bank Mandiri Tingkatkan Digital Lending

    Annisa ayu artanti - 17 Juli 2020 19:12 WIB
    Perkuat Modal UMKM, Bank Mandiri Tingkatkan Digital <i>Lending</i>
    Ilustrasi Bank Mandiri - - Foto: Antara/ M Risyal Hidayat
    Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk menyiapkan digital lending untuk mempermudah penyaluran modal bagi UMKM di masa pandemi covid-19. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng sejumlah platform e-commerce dan teknologi finansial (tekfin) peer to peer (P2P).

    Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang, penyaluran kredit via platform digital telah diinisiasi perseroan sejak 2018. Ini merupakan salah satu inovasi strategi bisnis untuk mewujudkan Mandiri sebagai modern digital bank.

    "Sebagai bentuk dukungan pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah, kami siap meningkatkan penyaluran kredit digital secara channeling ini dengan merangkul lebih banyak lagi platform online," kata Donsuwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 17 Juli 2020.


    Saat ini, Bank Mandiri telah memiliki kerja sama penyaluran kredit digital dengan tiga e-commerce, yakni Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Serta beberapa fintech P2P seperti Amartha, Crowde, Investree, Akseleran, dan Koinworks.

    Melalui kerja sama tersebut, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit digital sebesar Rp192,8 miliar pada akhir Juni 2020 kepada 6,639 debitur.

    "Nah ini merupakan strategi untuk memitigasi risiko dimana mitra platform digital menjadi refferal calon debitur," ucapnya.

    Adapun Bank Mandiri melakukan channeling dengan e-commerce dan tekfin P2P demi membuka target pasar baru. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi informasi terkini oleh e-commerce maupun fintech sangat membantu perbankan untuk pengembangan scoring kredit yang customized sesuai dengan karakteristik target market UMKM yang beragam.

    "Jadi meskipun dilakukan secara online, kami tetap memastikan bahwa pembiayaan model non tradisional ini akan memenuhi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," tambah dia.

    Ia menambahkan salah satu contoh nyata adaptasi Bank Mandiri terhadap perkembangan digital adalah aplikasi Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet).

    Aplikasi ini memangkas proses administrasi dalam pengajuan kredit mikro produktif karena nasabah tidak akan direpotkan lagi dengan permintaan dokumen dan persetujuan bisa diperoleh dalam 15 menit sejak permohonan diinput ke sistem oleh tenaga pemasar.

    Selain itu, nasabah maupun masyarakat juga tidak perlu mendatangi kantor cabang Bank Mandiri untuk mengajukan kredit mikro.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id