IHSG Masih Kuat Menanjak, Ini Faktor Pendukungnya

    Fetry Wuryasti - 16 November 2020 12:14 WIB
    IHSG Masih Kuat Menanjak, Ini Faktor Pendukungnya
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Optimisme pada prospek pemulihan ekonomi menyebabkan investor masih melanjutkan pembelian saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks perdagangan Senin, 16 November 2020 dibuka menguat pada level 5.500,034 (+0,89 persen) dari penutupan sebelumnya di level 5.451,06.

    Valbury Sekuritas memperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, dalam rentang 5.437-5.491. Beberapa faktor-faktor penggeraknya antara lain Neraca Perdagangan Indonesia diperkirakan surplus pada Oktober sebesar USD2,19 miliar. Nilai tukar rupiah juga diperkirakan menguat terhadap dolar AS.

    Faktor lainnya indeks bursa berjangka Wall Street sementara berada di teritorial positif. Indeks regional Asia diperkirakan menguat, sikap investor yang selektif dalam memilih saham terutama yang akan mendapat manfaat dari vaksin covid-19.

    "Selain itu, penasihat presiden AS terpilih Joe Biden menyarankan pendekatan lokal untuk mengendalikan lonjakan kasus virus korona," kata tim riset Valbury Sekuritas, Senin, 16 November 2020.

    Kepercayaan investor yang besar terhadap Biden karena komitmen Biden yang akan mendorong stimulus yang lebih besar dibandingkan Trump, juga akses kesehatan yang inklusif. Biden juga berkomtimen terhadap pembangunan infrastruktur terutama energi hijau yang dialokasikan bertriliunan dolar.

    Pasar melihat hal ini dapat membantu pemulihan ekonomi AS lebih cepat, dan perhatian terhadap pandemi yang tinggi juga dapat mendukung pemulihan ekonomi. Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pemberian insentif pajak berupa tax holiday untuk industri pionir juga banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha digital.

    Sri Mulyani mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar, dan terus berkembang setiap tahun. Dengan kemunculan berbagai industri pionir digital, dia meyakini semua potensi tersebut dapat segera terealisasi.

    Sri Mulyani menyebut ekonomi digital Indonesia akan tumbuh tiga kali lipat pada 2019-2025. Dari sisi regulasi regulasi, telah ada berbagai perbaikan dan penyederhanaan demi memudahkan investor, termasuk melalui Undang-undang Cipta Kerja. Lembaga internasional memprediksi berlakunya perundangan Cipta Kerja akan mendongkrak secara tajam pertumbuhan perekonomian dalam negeri dalam beberapa tahun ke depannya.

    "Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengimplementasikan perundangan tersebut dalam dunia kerja di Indonesia," tutup tim riset Valbury Sekuritas.

    Adapun dalam sesi pertama perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 13,60 poin atau 0,25 persen ke posisi 5.474.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id