Kalbe Raih Peningkatan Laba saat Pandemi

    Annisa ayu artanti - 03 November 2020 21:33 WIB
    Kalbe Raih Peningkatan Laba saat Pandemi
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Emiten yang bergerak di sektor farmasi meraup keuntungan di tengah pandemi yang belum berakhir. Salah satunya PT Kalbe Farma (KLBF) yang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,02 triliun pada sembilan bulan pertama 2020.

    Direktur Keuangan Perusahaan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata mengatakan raihan laba itu naik 5,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,91 triliun.

    "Dampak covid-19 menyebabkan Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal kedua dan ketiga 2020, tetapi perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang positif," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2020.

    Bernadus menjelaskan capaian laba tersebut didorong oleh peningkatan di sejumlah divisi. Antara lain divisi produk kesehatan yakni meningkat sebesar 4,6 persen menjadi Rp2,89 triliun dengan kontribusi sebesar 16,9 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.

    Kemudian, divisi distribusi dan logistik juga mencatat peningkatan penjualan sebesar 3,7 persen dari Rp5,3 triliun menjadi Rp5,49 triliun. Pos distribusi dan logistik menyumbang 32,2 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.

    Lalu, penjualan divisi nutrisi tercatat sebesar Rp4,93 triliun, atau tumbuh 1,9 persen dari pencapaian tahun sebelumnya. Sedangkan divisi obat resep mengalami penurunan penjualan sebesar 3,7 persen menjadi Rp3,77 miliar.

    "Secara total, penjualan bersih perseroan adalah sebesar Rp17,09 triliun pada sembilan bulan pertama 2020, meningkat sebesar 1,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,82 triliun," jelasnya.

    Selain itu, laba bersih ini turut ditopang oleh peningkatan efisiensi di biaya operasional dan tarif pajak yang lebih rendah.

    Di sembilan bulan pertama 2020, Kalbe Farma memiliki kas dan setara kas sebesar Rp4,4 triliun, naik 44,8 persen di periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara total liabilitas dan ekuitas naik 20,8 persen menjadi Rp22,45 triliun dari Rp20,26 triliun.

    "Di masa pandemi ini, perseroan meyakini pentingnya pengelolaan keuangan yang berhati-hati dan seksama, agar dapat secara konsisten mempertahankan posisi keuangan yang kuat," sebutnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id