IHSG Sesi Pertama Belum Bernyali Menguat

    Angga Bratadharma - 15 September 2021 13:06 WIB
    IHSG Sesi Pertama Belum Bernyali Menguat
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI



    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama terpantau terpental ke area negatif seiring minimnya katalis positif dari dalam negeri. Hal itu tentu disayangkan mengingat ada data yang menyebut bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.

    IHSG Rabu, 15 September 2021, perdagangan sesi pertama terpantau melemah sebanyak 0,19 persen atau setara 11,8 poin ke level 6.117 dibandingkan dengan pembukaan pada pagi tadi di level 6.123. Tercatat ada 247 saham mengalami kenaikan, sebanyak 240 saham mengalami tekanan, dan sebanyak 158 saham tidak diperdagangkan.

     



    Sementara itu, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini melanjutkan penguatan. Adapun penguatan indeks didorong oleh beberapa sentimen positif yang akan datang dari dalam negeri. Pertama, terkait data neraca dagang yang akan dirilis hari ini.

    Data ekonomi ini berpotensi memengaruhi pergerakan pasar. Kemudian, akan dirilis juga data statistik mengenai utang luar negeri Indonesia. Lalu, IHSG berpotensi mendapat sentimen positif dari terpilihnya Indonesia menjadi pemimpin G20 mulai Desember 2021 hingga November 2022.

    Hal tersebut akan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia serta berpotensi menghasilkan kebijakan yang menguntungkan bagi Indonesia. "Karenanya, kami memperkirakan IHSG dapat kembali menguat hari ini," kata tim riset.

    Selain itu, perkembangan kasus covid-19 di Indonesia yang terus dalam tren penurunan juga menjadi sentimen positif. Tercatat, meskipun kemarin tercatat 4.128 kasus baru namun jumlah pasien yang sembuh mencapai 11.246 kasus. Dengan demikian, jumlah kasus aktif kembali menurun menjadi 92.328 kasus, atau turun 33,4 persen dari pekan sebelumnya.
     
    Dari sisi eksternal, lanjut tim riset, investor akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat di Agustus sebesar 0,3 persen secara bulan ke bulan, lebih rendah dari konsensus. "Angka tersebut memberi harapan adanya penundaan tapering oleh The Fed," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id