Lagi, BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 8%

    Husen Miftahudin - 19 Maret 2020 19:21 WIB
    Lagi, BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 8%
    Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Eko Nordiansyah
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini menjadi  6-8 persen (yoy) dari sebelumnya di kisaran 9-11 persen. Pemangkasan ini sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020.

    "Kredit pada 2020 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 6-8 persen, menurun dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya pada kisaran 9-11 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.

    Menurut Perry pemangkasan proyeksi pertumbuhan kredit 2020 ini sejalan dengan revisi ramalan bank sentral terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia (BI) terpaksa merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi di kisaran 4,2 persen hingga 4,6 persen akibat merebaknya virus korona atau covid-19 di Indonesia.

    "Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020. Dari 5,0 persen hingga 5,4 persen menjadi 4,2 persen hingga 4,6 persen," ujar Perry.

    Namun demikian, pertumbuhan kredit 2021 diprakirakan kembali meningkat pada kisaran 9-11 persen didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2020 dan 2021 diprakirakan tumbuh masing-masing dalam kisaran 6-8 persen dan 8-10 persen.

    "Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan," urai Perry.

    Di sisi lain, Perry mengklaim stabilitas sistem keuangan tetap terjaga meskipun fungsi intermediasi perbankan terus menjadi perhatian. Terjaganya stabilitas sistem keuangan tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan Januari 2020 yang tinggi sebesar 22,74 persen dan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang tetap rendah yakni 2,77 persen (gross) atau 1,08 persen (net).

    Sementara itu, pertumbuhan kredit pada Januari 2020 sebesar 6,10 persen (yoy), sedikit meningkat dari 6,08 persen (yoy) pada Desember 2019. Pertumbuhan DPK mulai meningkat dari sebesar 6,54 persen (yoy) pada Desember 2019 menjadi 6,80 persen (yoy) pada Januari 2020.

    "Ke depan, fungsi intermediasi akan terus didorong sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi," tutup Perry.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id