OJK Diminta Percepat Penyelesaian Masalah Investasi Minna Padi

    Husen Miftahudin - 12 September 2020 19:27 WIB
    OJK Diminta Percepat Penyelesaian Masalah Investasi Minna Padi
    Gedung OJK - - Foto: dok MI/ Ramdani
    Jakarta: Nasabah korban Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantu mempercepat proses penyelesaian pembagian saham enam produk reksa dana MPAM yang dilikuidasi. Nasabah masih menunggu proses penyelesaian atas aset-aset investasi yang dimiliki setelah lebih dari enam bulan sejak pembagian hasil likuidasi tahap satu pada 11 Maret 2020.

    "Berbulan-bulan kami sabar menunggu ketegasan dan pertolongan dari OJK agar segera menuntaskan masalah ini dengan adil, fair, dan bijaksana," kata sejumlah perwakilan nasabah In Kind MPAM dalam surat terbuka yang disampaikan kepada OJK, Sabtu, 12 September 2020.

    Dalam menyelesaikan tanggung jawab kepada nasabahnya, Minna Padi membuat dua skema pengembalian dana. Pertama yaitu in cash untuk nasabah yang menginginkan pengembalian dalam bentuk dana tunai. Skema kedua yakni in kind, yakni pengembalian dalam bentuk saham. Mayoritas nasabah menyetujui pengembalian dalam bentuk in kind.

    Para nasabah in kind telah bersepakat dan tidak berkeberatan menerima saham dalam reksa dana Minna Padi yang dalam proses likuidasi. Hal ini sesuai dengan surat OJK kepada MPAM Nomor S-674/PM.21/2020 mengenai tanggapan atas permohonan persetujuan pelaksanaan lelang terbuka sisa saham hasil likuidasi tahap dua pada 15 Juli 2020 yang diterima PT MPAM pada 23 Juli 2020.

    Para nasabah meyakini OJK memahami pembagian saham nasabah in kind tidak bergantung pada proses likuidasi nasabah lainnya yang memilih skema in cash. Karena pada dasarnya, saham yang ada di masing-masing unit penyertaan di reksa dana yang telah dilikuidasi OJK sudah bisa dibagi secara proporsional tanpa mengganggu hak nasabah in cash.

    "Kami sebagai nasabah dan PT MPAM telah menyepakati isi dari surat yang disampaikan oleh OJK. Namun masih terkendala oleh kesepakatan dengan pihak bank kustodian, oleh sebab itu kami mohon OJK dapat memberikan arahan ataupun keputusan kepada pihak bank kustodian untuk dapat melaksanakan sesuai surat yang disampaikan oleh OJK," papar mereka.

    Oleh karena itu, nasabah Minna Padi meminta OJK segera mengambil keputusan tegas dengan memerintahkan bank kustodian yaitu BCA dan Bank Mandiri serta MPAM agar segera melaksanakan pembagian saham kepada masing-masing nasabah in kind.

    Anton, salah satu nasabah MPAM yang memilih skema in kind mengatakan sebagai nasabah reksa dana, pihaknya meyakini bahwa OJK adalah tempat yang paling tepat untuk meminta perlindungan atas nasib investasinya dan berharap penyelesaian masalah ini hingga tuntas dan adil.

    Semakin cepat OJK mengambil keputusan, maka para nasabah yang jadi korban likuidasi dapat mengatur kembali investasi yang masih tersisa. Dengan skema in kind yang dianggap lebih menguntungkan ia berharap di masa depan masih ada kesempatan untuk melakukan recovery.

    "Di saat ekonomi sedang sulit seperti saat ini, kami perlu mengatur kondisi keuangan yang sudah terlanjur memburuk akibat reksa dana yang dilikuidasi. Kami mohon OJK segera mengambil tindakan tegas kepada bank kustodian agar kerugian kami tidak semakin membesar," pungkas Anton.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id