Kurs Rupiah Pagi Stabil di Rp14.700/USD

    Angga Bratadharma - 22 September 2020 09:39 WIB
    Kurs Rupiah Pagi Stabil di Rp14.700/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat stabil ketimbang hari sebelumnya di Rp14.700 per USD. Mata uang Garuda mampu menahan keperkasaan mata uang Paman Sam usai investor beralih ke mata uang safe haven lantaran bursa saham Wall Street ambruk.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 22 September 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tidak berubah di level Rp14.700 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.700 hingga Rp14.752 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.570 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena suasana risk-off kembali ke pasar yang akhirnya meningkatkan selera untuk mata uang safe haven. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,79 persen pada 93,6581.

    Risk off adalah ketika para investor dan trader lebih dominan mengambil langkah untuk menghindari risiko dengan cara menarik dananya dari bursa saham atau menjual sahamnya, yang bermain di pasar mata uang akan menjual high yield currency.

    Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1754 dibandingkan dengan USD1,1853 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,2795 dibandingkan dengan USD1,2924 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7206 dibandingkan dengan USD0,7299.

    Sedangkan dolar AS dibeli 104,78 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,55 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9152 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9101 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3318 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3192 dolar Kanada.

    Di sisi lain, bursa saham Wall Street turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi itu disebabkan lonjakan kasus infeksi virus korona di Eropa dan meningkatnya ketidakpastian negosiasi terkait stimulus fiskal berikutnya di Amerika Serikat.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 509,72 poin atau 1,84 persen menjadi 27.147,70. Kemudian S&P 500 turun 38,41 poin atau 1,16 persen menjadi 3.281,06. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 14,48 poin atau 0,13 persen menjadi 10.778,80.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor di bawah S&P 500 membukukan kerugian dipimpin oleh sektor material, industri, dan energi. Meski demikian, sektor teknologi berhasil tumbuh 0,76 persen berkat kembalinya investor ke saham teknologi di tengah dorongan risiko.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id