comscore

Aset Kripto Masih Merah, Ini Biang Keroknya

Husen Miftahudin - 19 Januari 2022 21:25 WIB
Aset Kripto Masih Merah, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi aset kripto - - Foto: dok AFP
Jakarta: Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut pergerakan bitcoin, ethereum, dan kripto lainnya terkoreksi cukup dalam imbas katalis negatif di pasar keuangan global. Investor masih cenderung mencerna katalis dari potensi pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

"Masih cenderung lesunya pasar kripto hari ini terjadi setelah yield obligasi pemerintah AS (Treasury) kembali melonjak, yield Treasury bertenor 10 tahun naik ke kisaran level 1,8 persen. Melonjaknya yield Treasury membuat investor kembali melepas saham-saham teknologi di AS dan turut menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto," ujar Ibrahim dalam siaran persnya, Rabu, 19 Januari 2022.

Selain itu, investor fokus pada pertemuan Federal Reserve AS minggu depan yang kemungkinan akan memberi sinyal bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada Maret untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Fed fund berjangka telah sepenuhnya memperhitungkan pengetatan pada Maret dan empat kenaikan suku bunga pada 2022.

 



Menurutnya, Federal Reserve harus menjadi lebih hawkish dengan pernyataan suku bunga mereka pada pertemuan Januari menyusul kemajuan yang dibuat di pasar tenaga kerja pada Desember dan kenaikan inflasi ke level tertinggi hampir 40 tahun.

"Kami berharap ini memberikan dasar di bawah untuk kripto, yang telah berada di bawah tekanan selama beberapa minggu terakhir karena pasar mulai menetapkan pandangan yang lebih seimbang untuk normalisasi Fed," imbuhnya.

Ketika investor bersiap untuk kemungkinan Fed menjadi lebih hawkish dari yang diharapkan, imbal hasil Treasury melonjak dengan imbal hasil dua tahun. "Kondisi tersebut melacak ekspektasi suku bunga jangka pendek, melintasi satu persen untuk pertama kalinya sejak Februari 2020," ungkap Ibrahim.

Pergerakan aset kripto hari ini

Adapun melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09.25 WIB, hanya Bitcoin, Solana, dan Terra yang bergerak di zona hijau. Bitcoin menguat 0,48 persen ke level harga USD42.430,62 per koin atau setara dengan Rp608,87 juta per koin, Solana bertambah 0,99 persen ke level USD141,54 per koin atau Rp2,03 juta per koinnya, dan Terra melesat 3,02 persen ke USD79,75 per koin atau setara Rp1,14 juta per koin.

Sedangkan sisanya kembali terkoreksi, Ethereum melemah 1,46 persen ke level USD3.167,27 per koin atau Rp45,45 juta per koin, Cardano ambles 6,5 persen ke USD1,51 per koin atau Rp21.669 per koin, dan Polkadot terkoreksi 2,05 persen ke USD25,22 per koin atau Rp361.907 per koin.

Dalam perdagangan sore ini, Ethereum di platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB melemah di harga USD3.064,22 atau turun 4,37 persen dengan volume transaksi sebesar USD13,66 miliar dengan kapitalisasi pasar USD364,56 miliar.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, Ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif namun melemah di kisaran USD2.950,50 hingga USD3.180,70," tutup Ibrahim.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id