comscore

Stanchart Kucuri Pendanaan hingga Rp1 Triliun untuk Pinjaman Konsumen Digital

Ade Hapsari Lestarini - 09 Februari 2022 18:58 WIB
Stanchart Kucuri Pendanaan hingga Rp1 Triliun untuk Pinjaman Konsumen Digital
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Standard Chartered (Stanchart) Indonesia mengumumkan kemitraan pendanaan untuk pinjaman konsumen digital melalui platform fintech Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar), dengan total limit pendanaan hingga USD70 juta atau setara Rp1 triliun.

Kerja sama ini merupakan bagian dari kemitraan global Standard Chartered dengan Atome Financial, dengan Kredit Pintar merupakan bagian dari grup perusahaan tersebut, yang sebelumnya telah disepakati dan diumumkan pada Oktober 2021. Dalam kesepakatan global tersebut, Standard Chartered berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,1 triliun (USD500 juta) selama 10 tahun melalui Atome Financial di beberapa pasar Asia termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
Indonesia adalah pasar pertama yang meluncurkan kerja sama ini setelah pengumuman global tersebut. Kolaborasi ini semakin memperkuat komitmen Standard Chartered untuk terus bertumbuh melalui kemitraan digital yang inovatif.

Kredit Pintar adalah salah satu platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia yang terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kredit Pintar telah beroperasi sejak 2017, dan telah diunduh lebih dari 10 juta unduhan. Sampai saat ini Kredit Pintar telah mencairkan lebih dari Rp23,8 triliun pinjaman, dengan hampir satu dari dua konsumen meminjam untuk tujuan modal usaha kecil atau pendidikan. Jumlah pinjaman berkisar dari Rp600 ribu hingga Rp20 juta, dengan jangka waktu pinjaman hingga 12 bulan.

"Standard Chartered meluncurkan kemitraan digital dengan Kredit Pintar, yang merupakan kemitraan kedua kami dengan platform fintech di Indonesia. Kemitraan ini menegaskan komitmen kami untuk turut serta dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, seraya memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam mengakusisi serta melayani nasabah," ujar Cluster CEO Indonesia & ASEAN Market (Australia, Brunei dan Filipina) Standard Chartered Andrew Chia, dalam keterangan resminya, Rabu, 9 Februari 2022.

Head of Consumer, Private and Business Banking (CPBB) Indonesia Standard Chartered Jeffrey Tan menambahkan, kolaborasi ini sejalan dengan strategi Bank untuk mendukung pertumbuhan  aset di segmen retail melalui kemitraan dengan fintech dan perusahaan multifinance digital. Kemitraan ini juga mendukung agenda keberlanjutan Standard Chartered untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dengan memberikan akses keuangan kepada masyarakat Indonesia.

"Kedepannya, kemitraan dengan Kredit Pintar ini akan membuka jalan untuk  berkolaborasi  dengan berbagai mitra untuk menawarkan lebih banyak produk dan solusi keuangan, di pasar  utama lainnya," jelas Jeffrey.

Direktur Kredit Pintar Wisely Wijaya mengatakan kemitraan strategis Kredit Pintar dengan Standard Chartered ini merupakan bukti lebih lanjut atas kepercayaan investor dan nasabah kepada Kredit Pintar untuk menggunakan teknologi guna mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan, baik bagi konsumen maupun usaha kecil di Indonesia.

"Kami melihat sinergi yang luar biasa dalam kolaborasi ini dan visi untuk mempercepat akses keuangan kepada masyarakat yang selama ini masih kurang terlayani serta memiliki keterbatasan untuk menjangkau layanan keuangan di Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, besar harapan kami layanan produk dan jasa keuangan dapat diakses dengan mudah melalui perangkat seluler mereka," tuturnya.

CEO Atome Financial Indonesia Wawan Salum mengatakan, kemitraan ini merupakan salah satu investasi strategis utama untuk mendukung industri fintech di Indonesia. "Indonesia adalah pasar pertama di kawasan yang meluncurkan kemitraan Standard Chartered ini, pertama dengan merek pinjaman digital konsumen kami, Kredit Pintar, dan pada akhirnya akan bersama Atome Indonesia untuk memperluas jaringan ritel Buy Now Pay Later," tuturnya.

Melalui kemitraan ini, Standard Chartered berada pada posisi yang tepat untuk mendukung Indonesia dalam mempercepat adopsi layanan keuangan digital di negara ini. Data Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, OJK, menunjukkan akumulasi pinjaman nasional melalui fintech meningkat menjadi USD20,4 miliar (Rp295,85 triliun) pada Desember 2021, dibandingkan dengan Desember 2020 yaitu sebesar USD10,75 miliar (Rp155,90 triliun).

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id