comscore

Tahun Ini, Keuangan AP I Diprediksi Rugi Rp3,24 Triliun

Eko Nordiansyah - 08 Desember 2021 20:44 WIB
Tahun Ini, Keuangan AP I Diprediksi Rugi Rp3,24 Triliun
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) memperkirakan keuangan perusahaan akan mengalami kerugian sebesar Rp3,24 triliun pada tahun ini. Rugi perusahaan ini berasal dari penurunan total pendapatan yang diprediksi sebesar Rp3,2 triliun sementara total bebannya mencapai Rp6,44 triliun.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, kinerja keuangan AP I ini tidak lepas dari situasi pandemi covid-19 yang melanda. Bahkan, keuangan pengelola bandara ini diproyeksikan masih akan terjadi pada tahun depan sebesar Rp601 miliar ditopang pendapatan Rp4,86 triliun dan beban Rp5,46 triliun.
"Diproyeksi tahun depan memang kita akan masih rugi Rp601 miliar, tapi ini sudah jauh menurun dibanding tahun 2021. Positifnya EBITDA-nya bisa positif sekitar Rp 1,5 triliun dengan arus kas operasi yang akan sudah positif sekitar Rp 1,15 triliun," katanya dalam video conference, Rabu, 8 Desember 2021.

Ia mengungkapkan, pada 2019 lalu AP I mencatatkan keuntungan sebesar Rp1,45 triliun didukung olah pendapatan perusahaan sebesar Rp8,93 triliun sedangkan beban sebesar Rp7,48 triliun. Pada masa sebelum pandemi itu, EBITDA perusahaan sebesar Rp3,94 triliun dengan arus kas operasi sebesar Rp1,55 triliun.

"Kenapa beban (tahun ini) menjadi lebih besar, karena memang dengan diselesaikannya bandara karena kita menggunakan pendanaan eksternal melalui sindikasi dan obligasi memang muncul beban keuangan. Sehingga kalau kita lihat ada penambahan beban keuangan dalam bentuk bunga dan lain sebagainya," ungkapnya.

Faik menambahkan, AP I akan melakukan program survival berupa cost leadership dan revenue enhancement sehingga diharapkan bisa mengurangi beban keuangan perusahaan. Selain itu, AP I juga telah menyiapkan inisiatif penyehatan perusahaan melalui program restrukturisasi yang akan menambah pendapatan dan mengurangi beban.

"Kita membuat restrukturisasi itu dengan target total pendapatan yang sebenarnya cukup konservatif, artinya ada potensi dari sisi pendapatan bisa meningkat lebih tinggi dari Rp4,86 triliun dengan total beban yang sudah kita manage secara baik menjadi Rp5,46 triliun untuk 16 bandara," pungkas dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id