Berkat Stimulus, Kontraksi Kredit Perbankan Terus Alami Perbaikan

    Husen Miftahudin - 23 Juni 2021 21:32 WIB
    Berkat Stimulus, Kontraksi Kredit Perbankan Terus Alami Perbaikan
    Ilustrasi permintaan kredit di sektor perbankan - - Foto: Antara/ Wahyu Putro



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Mei 2021 meningkat sebesar Rp32,23 triliun. Namun secara tahunan kredit perbankan masih terkontraksi sebesar minus 1,23 persen (yoy) dengan nilai kontraksi yang semakin kecil.

    Kontraksi kredit perbankan di Mei 2021 ini lebih baik dibandingkan posisi April 2021 yang tercatat negatif 2,28 persen (yoy). Pun jauh lebih baik dibandingkan dengan kredit perbankan di Maret 2021 yang terkontraksi sebesar minus 3,77 persen.

     



    "Perbaikan ini meneruskan tren positif selama empat bulan ke belakang seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya," ucap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo dalam siaran persnya, Rabu, 23 Juni 2021.

    Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 10,73 persen (yoy). Angka tersebut tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,94 persen (yoy).

    "Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit yang cukup kompetitif, khususnya untuk kredit korporasi," lanjutnya.

    Adapun rata-rata tertimbang suku bunga modal kerja korporasi tercatat menurun dari 8,66 persen menjadi 8,52 persen dengan pengenaan premi risiko yang konsisten dengan rating masing-masing korporasi.

    "Bahkan, sejumlah korporasi mendapatkan suku bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan yield (imbal hasil) surat utang korporasi yang diterbitkan untuk durasi yang proporsional," jelas Anto.

    Sementara itu, profil risiko lembaga jasa keuangan pada Mei 2021 masih relatif terjaga dengan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 3,35 persen (NPL net: 1,09 persen) dan rasio Non Performing Financing (NPF) Perusahaan Pembiayaan Mei 2021 meningkat menjadi 4,0 persen (April 2021: 3,9 persen).

    Anto bilang, likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Mei 2021 terpantau masing-masing pada level 150,96 persen dan 32,71 persen, di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

    "Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 24,38 persen atau jauh di atas threshold," pungkas Anto.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id